RADAR BOGOR - Karakter morfologi dan geologi Kabupaten Bogor menunjukkan dominasi wilayah dataran tinggi, perbukitan, dan pegunungan.
Kondisi tersebut menjadikan sebagian wilayah Kabupaten Bogor memiliki tingkat kerawanan terhadap bencana tanah longsor, terutama saat curah hujan tinggi.
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 2 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2025-2045, karakteristik tersebut berkaitan erat dengan struktur geologi wilayah yang sebagian besar tersusun dari material hasil aktivitas vulkanik.
Karakteristik Morfologi Wilayah Kabupaten Bogor
Secara morfologis, bentang alam Kabupaten Bogor didominasi oleh kawasan berbukit hingga bergunung.
Baca Juga: Liburan Dua Hari Penuh di Taman Safari Indonesia dengan Menginap di Safari Resort
Bentuk permukaan bumi seperti ini memengaruhi kestabilan lereng dan meningkatkan potensi terjadinya pergerakan tanah di beberapa lokasi tertentu.
Kondisi tersebut menuntut perhatian khusus dalam perencanaan tata ruang dan pembangunan wilayah, terutama di kawasan dengan kemiringan lereng yang tinggi.
Struktur Geologi dan Jenis Tanah Vulkanik
Dari sisi geologi, batuan penyusun wilayah Kabupaten Bogor berasal dari hasil letusan gunung api.
Lapisan tanah penutupnya didominasi oleh material vulkanik lepas, seperti tanah Latosol, Aluvial, Regosol, Podsolik, dan Andosol.
Karakter tanah tersebut tergolong peka hingga sangat peka terhadap proses erosi.
Baca Juga: Palum Point, Tempat Nongkrong Baru di Tanah Sareal Bogor, Tawarkan Menu Kekinian Mulai Rp25 Ribu
Komposisi batuan di wilayah ini merupakan gabungan batuan andesit, tufa dan basalt yang memiliki sifat relatif mudah meloloskan air atau memiliki daya resap tinggi terhadap air hujan.
Kerentanan Terhadap Gerakan Tanah
Sifat batuan dan tanah yang mudah menyerap air menjadikan wilayah Kabupaten Bogor relatif rentan terhadap pelapukan dan gerakan tanah.
Kondisi ini semakin diperparah ketika wilayah tersebut menerima intensitas curah hujan yang tinggi dalam waktu tertentu.
Faktor morfologi, geologi, dan jenis tanah yang saling berkaitan tersebut menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya potensi tanah longsor di beberapa wilayah Kabupaten Bogor.
Sehingga di Kabupaten Bogor diperlukan upaya mitigasi bencana yang terintegrasi dalam pembangunan jangka panjang daerah. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim