RADAR BOGOR – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor memastikan kesiapan penuh dalam pengamanan arus lalu lintas Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sebanyak 320 personel Dishub dikerahkan dan dibagi ke dalam tiga shift tanpa jeda waktu.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih, mengatakan seluruh personel dilibatkan tanpa terkecuali, termasuk pejabat struktural. Kebijakan tersebut merupakan instruksi langsung dari Bupati Bogor dan Kepala Dinas Perhubungan.
“Intinya kesiapan kita sudah siap, tidak ada yang namanya cuti atau libur. Semua personel, termasuk pejabat dishub diperintahkan untuk bergerak mendukung pengamanan Nataru,” ujarnya kepada Radar Bogor, Selasa 16 Desember 2025.
Ia menegaskan, pengamanan tidak hanya difokuskan di kawasan Puncak. Sebanyak enam titik strategis disiagakan pos pengamanan lalu lintas, yakni di Cileungsi, Cibinong, Gunung Putri, Gadog, Ciawi, hingga kawasan Puncak.
Untuk rekayasa lalu lintas di kawasan Puncak, Dishub tetap menerapkan skema yang sudah berjalan, seperti sistem ganjil genap dan one way, serta rekayasa tambahan dari Dishub apabila terjadi kepadatan.
“Kalau terjadi stagnasi, kita siapkan cone dan barrier. Kita lakukan rekayasa di luar skema kepolisian, tapi tetap berkoordinasi,” jelasnya.
Dadang memaparkan, rekayasa dilakukan di beberapa titik krusial. Dari Gadog menuju Pasir Muncang akan dilakukan penutupan di tengah jalan, dengan pengalihan putar balik di kawasan Alfamart.
Sementara di Megamendung, penutupan dilakukan dengan pengalihan arus putar balik di kawasan Cimory.
Selain itu, Dishub juga memberikan perhatian khusus terhadap kendaraan roda dua yang dinilai menjadi salah satu penyebab utama kemacetan.
“Kendaraan roda dua akan kita pisahkan. Motor wajib di lajur kiri, mobil roda empat di kanan. Kita pasang cone dan barrier dari Hankam sampai Pasar Cisarua agar tidak ada motor yang melebar ke kanan,” tegasnya.
Menurutnya, jika motor masuk ke jalur kanan, potensi kemacetan di kawasan pasar akan semakin parah.
Oleh karena itu, pengaturan ketat dilakukan demi kelancaran arus lalu lintas.
“Setelah itu, kita tetap mengikuti skema dan arahan dari pihak kepolisian,” pungkasnya.(cr1)
Editor : Alpin.