RADAR BOGOR - Kabupaten Bogor memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar dan beragam.
Potensi tersebut menjadi modal utama dalam mendukung peningkatan kualitas hidup serta kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan dalam jangka panjang.
Dalam Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 2 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2025–2045, ditegaskan bahwa pengelolaan sumber daya alam dilakukan dengan tetap memperhatikan karakteristik dan fungsinya sebagai penopang kehidupan.
Baca Juga: Ini Alasan KPM KKS Baru Terima Bansos Lebih Besar pada Pencairan BPNT Tahap 4, Segini Nominalnya
Pengelolaan tersebut mencakup aspek ekologi, ekonomi, sosial budaya, serta keberlanjutan bagi generasi mendatang.
Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor Tahun 2023, potensi sumber daya alam Kabupaten Bogor mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari kehutanan, keanekaragaman hayati, pertambangan, pertanian, hingga pariwisata.
Pada sektor kehutanan, Kabupaten Bogor tercatat memiliki luas kawasan hutan mencapai 77.920 hektare yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan serta sebagai penyangga ekosistem wilayah Jawa Barat.
Sementara itu, keanekaragaman hayati di Kabupaten Bogor juga tergolong tinggi.
Wilayah ini diperkirakan memiliki sedikitnya 79 jenis flora.
Untuk fauna, Kabupaten Bogor menjadi habitat bagi berbagai jenis satwa yang terdiri dari 18 jenis mamalia, 69 jenis burung, 17 jenis reptil, 18 jenis amfibi, serta 33 jenis serangga.
Dalam bidang energi serta pertambangan, Kabupaten Bogor mempunyai kawasan pertambangan seluas 1.337 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Cariu.
Termasuk wilayah Cigudeg, Jasinga, Citeureup, Nanggung, Rumpin, Tenjo hingga Parungpanjang.
Potensi bahan galian yang dimiliki mencapai 19 jenis, di antaranya andesit, pasir, tanah liat, batu gamping, bentonit, kaolin, zeolit.
Termasuk perlit, obsidian, fosfat, hingga logam mulia seperti emas dan perak.
Baca Juga: LDII Gelar Sarasehan Kebangsaan, Perkuat Pancasila dan Islam Wasathiyah Menuju Munas X 2026
Sektor pertanian juga menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Untuk tanaman pangan, padi sawah menjadi komoditas strategis dengan luas areal mencapai 77.996 hektare.
Selain itu, terdapat komoditas unggulan seperti talas, ubi jalar, dan ubi kayu.
Pada subsektor hortikultura, Kabupaten Bogor dikenal sebagai penghasil jambu biji, pepaya, rambutan.
Manggis, nanas, tanaman obat, serta tanaman hias bunga dan daun dengan luas areal yang signifikan.
Baca Juga: Bantu Korban Bencana, Paguyuban Blok F Pasar Kebon Kembang Kota Bogor Salurkan Donasi Rp6,4 Juta
Di bidang perkebunan, komoditas unggulan meliputi kopi dengan luas areal lebih dari 6.198 hektare, serta karet, pala, dan cengkeh.
Sektor perikanan pun berkembang, baik perikanan konsumsi, ikan hias, maupun pembenihan ikan yang tersebar di berbagai wilayah.
Sementara pada subsektor peternakan, Kabupaten Bogor memiliki potensi besar pada produksi daging, telur, dan susu.
Potensi lainnya yang tak kalah penting adalah sektor pariwisata. Kabupaten Bogor memiliki sejumlah Kawasan Strategis Pariwisata Daerah (KSPD), antara lain kawasan Puncak-Lido dengan tema wisata alam pegunungan dan olahraga.
KSPD Halimun Salak yang mengusung konsep alam, budaya, dan geopark, serta KSPD Sentul-Cibinong yang berfokus pada wisata olahraga dan MICE.
Selain itu, terdapat beberapa Kawasan Pengembangan Pariwisata Daerah (KPPD), seperti Cileungsi-Jonggol, Ciseeng-Kemang.
Termasuk Dramaga-Cigudeg yang mengembangkan tema wisata perkotaan, minawisata, rekreasi alam, religi dan budaya.
Seluruh potensi tersebut menjadi fondasi penting bagi Pemerintah Kabupaten Bogor dalam merancang arah pembangunan jangka panjang yang berkelanjutan, berdaya saing, serta berpihak pada kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim