RADAR BOGOR – Kemacetan di Jalan Raya Bojonggede, Kabupaten Bogor, masih menjadi persoalan yang dikeluhkan para pengguna jalan.
Kepadatan lalu lintas kerap terjadi setiap hari, terutama pada jam sibuk pagi dan sore, akibat aktivitas kendaraan yang padat serta keberadaan perlintasan kereta api.
Pantauan Radar Bogor di lapangan menunjukkan, arus lalu lintas di ruas jalan tersebut harus berbagi dengan pejalan kaki, pengendara sepeda motor, mobil, hingga angkutan umum.
Kondisi semakin parah saat pintu perlintasan kereta api ditutup, sehingga kendaraan harus mengantre cukup panjang.
Situasi diperburuk ketika hujan turun karena kawasan ini juga rawan genangan.
Seorang pengemudi ojek online, Iki, mengatakan kemacetan di Jalan Raya Bojonggede hampir selalu terjadi pada jam-jam tertentu.
Menurutnya, jalur tersebut relatif lancar di luar jam sibuk, namun berubah menjadi sangat padat saat waktu berangkat dan pulang kerja.
“Kalau hari biasa di jam tertentu masih aman. Tapi pagi dari jam 7 sampai jam 9 dan sore dari jam 4 sampai jam 8 malam itu padat sekali,” ujarnya kepada Radar Bogor, Rabu 17 Desember 2025.
Ia menjelaskan, kemacetan dipicu oleh seringnya pintu perlintasan kereta api ditutup, ditambah adanya pintu perlintasan menuju arah Bomang yang menjadi akses utama warga ke Parung.
“Baru jalan sedikit, pintu rel sudah ditutup lagi. Ditambah kendaraan yang mau belok ke arah Bomang, otomatis tersendat, belum lagi masih banyak pengendara yang lawan arah,” katanya.
Menurut Iki, pembangunan flyover dinilai menjadi solusi yang cukup efektif untuk mengurai kemacetan di kawasan tersebut.
Flyover dinilai mampu menghilangkan hambatan utama lalu lintas akibat perlintasan kereta api.
“Kalau ada flyover, kendaraan tidak perlu berhenti menunggu kereta lewat. Jadi arus bisa terus jalan,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menekankan pembangunan flyover harus disertai perencanaan matang, terutama terkait pengalihan arus lalu lintas selama proses pembangunan berlangsung.
“Harus dipikirkan juga jalur alternatifnya. Jangan sampai masyarakat disuruh cari jalan sendiri lewat gang-gang sempit, akhirnya macet pindah ke dalam,” jelasnya.
Ia menilai jika flyover benar-benar terealisasi, dampaknya akan cukup signifikan terhadap kelancaran lalu lintas di Jalan Raya Bojonggede.
“Bisa sangat berpengaruh, mungkin kemacetan berkurang sekitar 50 persen. Karena hambatan utama kan dari pintu rel kereta api,” pungkasnya.(cr1)
Editor : Alpin.