Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Cileungsi Masuk Percontohan Program Pemkab Bogor Satu Kecamatan Satu Hutan Kota, Camat Siapkan Dua Lokasi

Muhammad Ali • Kamis, 18 Desember 2025 | 07:06 WIB
Camat Cileungsi Adi Henryana menindaklanjuti surat edaran terkait siskamling.
Camat Cileungsi Adi Henryana menindaklanjuti surat edaran terkait siskamling.

RADAR BOGOR – Kecamatan Cileungsi menjadi salah satu dari empat kecamatan yang ditetapkan Pemkab Bogor sebagai wilayah percontohan program Satu Kecamatan Satu Hutan Kota.

Menyambut program tersebut, Pemerintah Kecamatan Cileungsi telah menyiapkan dua lokasi yang berpotensi dijadikan kawasan hutan kota.

Camat Cileungsi, Drs. Adi Henryana, mengatakan pihaknya menyiapkan dua lokasi calon hutan kota, yakni di Desa Mekarsari dan Desa Jatisari.

Namun, berdasarkan hasil survei Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, lokasi yang akhirnya ditetapkan berada di Desa Jatisari.

“Di Desa Jatisari, lahan yang dipakai merupakan lahan cadangan tanah makam milik Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor,” ujarnya kepada Radar Bogor, Rabu 17 Desember 2025.

Adi menjelaskan, Pemkab Bogor menetapkan syarat minimal luas hutan kota sebesar satu hektare. Sementara itu, lahan cadangan tanah makam di Desa Jatisari memiliki luas sekitar 14 hektare.

“Namun, yang akan dimaksimalkan pemanfaatannya kemungkinan hanya sekitar satu hektare. Karena statusnya sebagai cadangan tanah makam, lahan tersebut tetap harus dijaga untuk kepentingan ke depan,” ungkapnya.

Ia menyambut baik rencana pembangunan hutan kota tersebut, mengingat Kecamatan Cileungsi merupakan kawasan perkotaan sekaligus daerah industri yang membutuhkan ruang terbuka hijau.

“Dengan adanya hutan kota, paling tidak dapat membantu menyaring polusi serta membuka ruang terbuka hijau baru agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan hutan kota juga diharapkan mampu meningkatkan daya serap air sehingga dapat membantu mencegah terjadinya banjir.

Meski demikian, lokasi hutan kota berada di wilayah Desa Jatisari yang relatif berada di bagian dalam dan bukan di pusat kecamatan.

“Kalau hutan kota, idealnya memang berada di tengah kota, seperti konsep kebun raya. Untuk saat ini, memang belum terlihat seperti itu,” tuturnya.

Meski begitu, Adi menilai keberadaan hutan kota tetap memberikan manfaat besar bagi lingkungan.

Ia berharap pengembangan hutan kota di Cileungsi tidak hanya terfokus pada satu titik, mengingat masih terdapat lokasi lain yang dinilai lebih strategis.

“Sebetulnya titik di Mekarsari juga lebih layak karena berada di tengah kawasan, dekat dengan perumahan dan wilayah perkotaan. Namun, yang jadi atensi DLH mungkin karena lahannya sudah memadai, akhirnya dipilih lokasi di Jatisari,” pungkasnya. (cr1)

Editor : Yosep Awaludin
#pemkab bogor #cileungsi #Satu Kecamatan Satu Hutan Kota