Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jelang Nataru, Camat Cileungsi Keluhkan Proyek Jembatan Jalan Raya Transyogi Bogor yang Tidak Kunjung Rampung

Muhammad Ali • Kamis, 18 Desember 2025 | 17:18 WIB
Proyek perbaikan Jembatan Jalan Raya Transyogi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor yang tak kunjung usai.
Proyek perbaikan Jembatan Jalan Raya Transyogi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor yang tak kunjung usai.

RADAR BOGOR – Proyek perbaikan Jembatan Jalan Raya Transyogi Cileungsi–Jonggol, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, hingga kini belum juga rampung dan masih menimbulkan gangguan arus lalu lintas.

Kondisi tersebut menjadi sorotan menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Camat Cileungsi, Drs. Adi Henryana, menyampaikan keluhannya terkait lambannya penyelesaian proyek tersebut.

Camat mengungkapkan bahwa Pemerintah Kecamatan Cileungsi tidak pernah menerima pemberitahuan resmi mengenai progres perbaikan jembatan tersebut.

“Walaupun kami kecamatan tidak pernah diberitahu terkait dengan perbaikan jembatan atau Box Culvert tersebut, kami tetap berinisiatif untuk berkomunikasi via telepon,” ujarnya kepada Radar Bogor, Kamis 18 Desember 2025.

Ia mengatakan, dirinya sempat menghubungi UPT Bina Marga Provinsi Jawa Barat untuk mempertanyakan kepastian penyelesaian proyek, mengingat kondisi Jalan Raya Transyogi masih kerap mengalami kemacetan.

Dalam komunikasi tersebut, UPT Bina Marga Provinsi disebut menyampaikan permohonan maaf karena tidak adanya konfirmasi kepada pihak kecamatan.

Menurut Adi, minimnya koordinasi ini patut menjadi perhatian karena berdampak langsung pada masyarakat.

Adi Henryana juga menyoroti kondisi menjelang libur Nataru yang biasanya diiringi peningkatan volume kendaraan.

Ia menilai, keterlambatan proyek berpotensi memperparah kemacetan di ruas Cileungsi–Jonggol.

“Saya sampaikan bagaimana kondisi ini menjelang Nataru dan lain sebagainya, mereka menjanjikan pengerjaan akan selesai sekitar tanggal 20 Desember,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah kecamatan mencatat dibukanya akses jalan alternatif dari kawasan Metland menuju Harvest City yang kini mulai diaktifkan untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas.

“Pengendara yang menuju Gandoang atau Mekarsari bisa memanfaatkan jalur alternatif tersebut, tidak harus melalui Transyogi,” jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penyelesaian proyek jembatan tetap menjadi prioritas utama.

Dia berharap pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target dengan kualitas yang baik demi keselamatan pengguna jalan.

“Target pekerjaan saya minta juga tanggal 20 Desember harus sudah selesai dengan kualitas yang baik, karena itu kewenangan provinsi kami juga tidak bisa berbuat banyak,” pungkasnya.(cr1)

Editor : Alpin.
#Jembatan Transyogi #Jalan Raya Transyogi #Camat Cileungsi