Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pembalakan Liar di Kabupaten Bogor, Pengamat Ingatkan Ancaman Bencana Alam Ekologis

Abilly Muhamad • Jumat, 19 Desember 2025 | 09:50 WIB

Founder Vinus, Yusfitriadi saat menyampaikan keterangan.
Founder Vinus, Yusfitriadi saat menyampaikan keterangan.


‎RADAR BOGOR - Pengamat Kebijakan publik sekaligus Founder Visi Nusantara (Vinus) Maju, Yusfitriadi mengingatkan bencana alam akibat deforestasi atau pembalakan liar di Kabupaten Bogor.

‎Yusfitriadi menjelaskan kerusakan hutan diakibatkan karena tiga bentuk. Pertama, deforestasi yang berakibat pengurangan hutan.

‎"Kedua adalah eksploitasi, yaitu pengambilan habis-habisan hutan secara sengaja baik permukaan tanah maupun di dalam tanah seperti ilegal logis atau kemudian tambang di dalam tanah," ujarnya kepada Radar Bogor, Jumat 19 Desember 2025.

Baca Juga: Lawson Dukung UMKM Kabupaten Bogor Melalui Akses Penjualan Nyata Agar Semakin Dikenal dan Mampu Bersaing

‎Lalu, kata dia, kerusakan hutan karena abrasi yang disengaja atau tidak.

‎"Tiga faktor tadi yang kemudian sedang terjadi di Kabupaten Bogor, bahkan di Jawa Barat pada umumnya," jelas dia.

‎Yus juga menyampaikan deforestasi terjadi di Bumi Tegar Beriman karena beberapa faktor.

‎Pertama, alih fungsi lahan yang saat ini masif dilakukan di Kabupaten Bogor. Dia mencontoh alih fungsi lahan seperti galian dan pembangunan di serapan air.

Baca Juga: Cara Terbaru Cek Bansos Desember 2025, Cukup Menggunakan HP dan KTP Milik Penerima Manfaat

‎"Sekarang alih fungsi lahan itu gila-gilaan. Kebun jadi perumahan, dan sawah jadi pabrik dari halaman rumah jadi kontrakan jadi beton," ujar dia.

‎"Semua pengurangan pengurangan lahan terbuka itu adalah faktor nya, salah satunya alih fungsi lahan," tambah dia.

‎Kedua, kata dia, faktor penambangan. Bahkan ia menyebut jika bicara tambang ilegal berdasarkan referensi yang dibaca ada 20 titik tambang ilegal di Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Bersama Pulihkan Aceh dan Sumatera, EIGER Adventure Salurkan 5 Ton Bantuan Pakaian bagi Korban Banjir dan Longsor

‎"Dan 20 titik tambang ilegal itu sampai hari ini tidak ada restorasi penanaman pohon, tidak ada restorasi tanah, dan tidak ada restorasi pasca tambang," ujar dia.

‎Akibat faktor tersebut, kata dia, bisa berakibat terjadi bencana alam yang berdampak kepada masyarakat.

‎"Sehingga menimbulkan air langsung ke rumah warga, kecelakaan, karena tidak ada penahan penahanan air," pungkas dia. (abl)

Editor : Alpin.
#bencana alam #pembalakan liar #deforestasi #kabupaten bogor