RADAR BOGOR - Pengamat Kebijakan publik sekaligus Founder Visi Nusantara (Vinus) Maju, Yusfitriadi mengingatkan bencana alam akibat deforestasi atau pembalakan liar di Kabupaten Bogor.
Yusfitriadi menjelaskan kerusakan hutan diakibatkan karena tiga bentuk. Pertama, deforestasi yang berakibat pengurangan hutan.
"Kedua adalah eksploitasi, yaitu pengambilan habis-habisan hutan secara sengaja baik permukaan tanah maupun di dalam tanah seperti ilegal logis atau kemudian tambang di dalam tanah," ujarnya kepada Radar Bogor, Jumat 19 Desember 2025.
Baca Juga: Lawson Dukung UMKM Kabupaten Bogor Melalui Akses Penjualan Nyata Agar Semakin Dikenal dan Mampu Bersaing
Lalu, kata dia, kerusakan hutan karena abrasi yang disengaja atau tidak.
"Tiga faktor tadi yang kemudian sedang terjadi di Kabupaten Bogor, bahkan di Jawa Barat pada umumnya," jelas dia.
Yus juga menyampaikan deforestasi terjadi di Bumi Tegar Beriman karena beberapa faktor.
Pertama, alih fungsi lahan yang saat ini masif dilakukan di Kabupaten Bogor. Dia mencontoh alih fungsi lahan seperti galian dan pembangunan di serapan air.
Baca Juga: Cara Terbaru Cek Bansos Desember 2025, Cukup Menggunakan HP dan KTP Milik Penerima Manfaat
"Sekarang alih fungsi lahan itu gila-gilaan. Kebun jadi perumahan, dan sawah jadi pabrik dari halaman rumah jadi kontrakan jadi beton," ujar dia.
"Semua pengurangan pengurangan lahan terbuka itu adalah faktor nya, salah satunya alih fungsi lahan," tambah dia.
Kedua, kata dia, faktor penambangan. Bahkan ia menyebut jika bicara tambang ilegal berdasarkan referensi yang dibaca ada 20 titik tambang ilegal di Kabupaten Bogor.
Baca Juga: Bersama Pulihkan Aceh dan Sumatera, EIGER Adventure Salurkan 5 Ton Bantuan Pakaian bagi Korban Banjir dan Longsor
"Dan 20 titik tambang ilegal itu sampai hari ini tidak ada restorasi penanaman pohon, tidak ada restorasi tanah, dan tidak ada restorasi pasca tambang," ujar dia.
Akibat faktor tersebut, kata dia, bisa berakibat terjadi bencana alam yang berdampak kepada masyarakat.
"Sehingga menimbulkan air langsung ke rumah warga, kecelakaan, karena tidak ada penahan penahanan air," pungkas dia. (abl)