Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Ogah Terima Rp1 Miliar, Ki Imang Malah Dipercaya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Tanam Bibit Rp3 Miliar di Gunung Salak Kabupaten Bogor

Lucky Lukman Nul Hakim • Jumat, 19 Desember 2025 | 18:12 WIB
Ki Imang saat menolak bersalaman dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Ki Imang saat menolak bersalaman dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

RADAR BOGOR - Keteguhan Ki Imang menjaga kelestarian hutan Gunung Salak Kabupaten Bogor berbuah kepercayaan besar.

Setelah menolak tawaran hingga Rp1 miliar untuk menebang satu pohon rasamala, penggarap lahan negara itu justru mendapat amanah dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk mengelola program penanaman pohon bernilai miliaran rupiah.

Ki Imang, penggarap lahan negara di kawasan Gunung Salak, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, kembali menegaskan sikapnya menolak segala bentuk penebangan pohon hutan, meskipun ditawari uang dalam jumlah fantastis oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Dalam dialog tersebut, Dedi Mulyadi sempat menaikkan tawaran dari Rp500 juta menjadi Rp1 miliar untuk satu pohon rasamala.

Namun Ki Imang dengan tegas menyatakan bahwa bahkan dengan nilai Rp1 triliun pun, ia tetap tidak sanggup menerima.

Alasannya sederhana, namun mendasar.

Menurut Ki Imang, pohon rasamala merupakan bagian penting dari konservasi alam dan ekosistem hutan.

Pohon berusia ratusan tahun itu berfungsi menjaga keseimbangan lingkungan, menyerap air hujan, serta melindungi kawasan dari ancaman longsor.

“Lebih baik tidak makan daripada harus menebang pohon,” tegas Ki Imang, seraya menyatakan sumpahnya demi menjaga alam.

Ia juga menolak berjabat tangan jika kesepakatan itu bermuara pada penebangan pohon.

Bagi Ki Imang, menebang rasamala sama artinya dengan menghilangkan sumber kehidupan yang telah dijaga selama ratusan tahun.

Perbincangan kemudian beralih pada kondisi kawasan Gunung Salak yang masih memiliki lahan kosong akibat pohon tumbang secara alami.

Ki Imang menyebut area tersebut membutuhkan ribuan pohon untuk ditanami kembali demi memulihkan tutupan hutan.

Melihat komitmen tersebut, Dedi Mulyadi akhirnya mengalihkan niatnya.

Alih-alih menebang, ia memilih mendukung penuh program penanaman pohon.

Dedi Mulyadi menyatakan, komitmennya untuk mendanai penanaman hingga 10.000 pohon rasamala, puspa, dan jenis kayu hutan lainnya di kawasan Gunung Halimun Salak.

Biaya penanaman disepakati sebesar Rp15.000 per pohon, mencakup bibit hingga perawatan awal.

Dengan skema tersebut, nilai program penanaman mencapai Rp150 juta untuk tahap awal.

Tak berhenti di situ, program ini direncanakan terus berlanjut hingga ratusan ribu pohon dengan nilai total mencapai sekitar Rp3 miliar.

Ki Imang dipercaya menjadi koordinator lapangan, sekaligus mengajak masyarakat sekitar agar terlibat langsung dalam kegiatan penanaman.

Program tersebut diharapkan tidak hanya memulihkan ekosistem hutan, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan sumber penghasilan baru bagi warga sekitar Gunung Salak.

Dedi Mulyadi menyebut kepercayaan ini sebagai bentuk penghargaan atas ketulusan Ki Imang yang selama ini menjaga hutan tanpa pamrih.

Ia berharap, upaya konservasi ini dapat menjadi warisan bagi generasi mendatang dan menjaga keberlanjutan lingkungan di Bogor dan sekitarnya.

Kisah Ki Imang menunjukkan, keteguhan menjaga alam mampu mengalahkan godaan materi.

Dari menolak Rp1 miliar untuk satu pohon, ia kini dipercaya mengelola program penanaman bernilai Rp3 miliar demi kelestarian Gunung Salak di Kabupaten Bogor. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #Ki Imang #pohon #gubernur jawa barat #gunung salak #kabupaten bogor