Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

IPB University Terjunkan 46 Relawan Tanggap Bencana Sumatera, Salurkan Bantuan hingga Inovasi Pangan Darurat

Dede Supriadi • Sabtu, 20 Desember 2025 | 18:02 WIB
IPB University saat melepas Tim Relawan Tanggap Bencana ke sejumlah wilayah terdampak bencana alam di Pulau Sumatera.
IPB University saat melepas Tim Relawan Tanggap Bencana ke sejumlah wilayah terdampak bencana alam di Pulau Sumatera.

RADAR BOGOR - IPB University mengerahkan tim relawan tanggap bencana ke sejumlah wilayah terdampak bencana alam di Pulau Sumatera. Tim tersebut ditugaskan ke Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan sekaligus menjalankan program pengabdian kepada masyarakat.

Penugasan relawan dilakukan atas arahan Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet. Sebanyak 46 personel diterjunkan, terdiri atas 13 dosen dari berbagai keahlian, termasuk tenaga medis, serta 33 mahasiswa dan relawan. Seluruh kegiatan dikoordinasikan oleh Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim (DPMA) IPB University.

“Tim relawan diberangkatkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana, baik melalui penyaluran bantuan logistik maupun pelaksanaan program pengabdian yang bersifat berkelanjutan,” ujar Alim, Sabtu, 20 Desember 2025.

Selain membawa bantuan pangan seperti makanan siap saji, biskuit, dan kebutuhan dasar lainnya, tim relawan IPB juga mengemban misi edukatif. Salah satu fokus utama adalah memberikan pelatihan pembuatan pangan darurat berupa nasi steril siap makan kepada perguruan tinggi yang menjadi posko bencana di daerah tujuan.

Alim menegaskan, keterlibatan IPB University dalam penanganan bencana merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial perguruan tinggi terhadap masyarakat. Program ini merupakan hasil kolaborasi IPB University dengan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Terdapat empat fokus utama dalam program tanggap darurat tersebut. Pertama, pelatihan dan distribusi 18.000 bungkus pangan steril siap makan untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat di lokasi bencana.

Kedua, pelayanan kesehatan terpadu yang mencakup layanan kesehatan dasar berbasis herbal-komplementer seperti akupunktur dan akupresur, telemedisin bagi tenaga kesehatan, serta penguatan kader kesehatan rehabilitasi bencana.

Fokus ketiga adalah penyediaan 13.500 paket pangan khusus balita guna mencegah malnutrisi dan menjaga kesehatan kelompok usia rentan selama masa darurat. Adapun fokus keempat berupa pendampingan psikososial pascabencana untuk membantu pemulihan mental masyarakat, menekan stres akut, dan memperkuat ketahanan sosial.

“Melalui program ini, kami tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga mentransfer pengetahuan dan teknologi kepada perguruan tinggi posko dan relawan setempat, dengan demikian, mereka dapat melanjutkan secara mandiri dan memastikan keberlanjutan penanganan bencana,” tegas Alim.

Direktur Pengembangan Masyarakat Agromaritim IPB University, Handian Purwawangsa, menambahkan bahwa inovasi nasi steril siap makan memiliki keunggulan signifikan sebagai pangan darurat. Produk ini dapat langsung dikonsumsi tanpa proses memasak atau pemanasan, memiliki daya simpan hingga dua tahun, serta disesuaikan dengan selera masyarakat Indonesia.

“Bahan bakunya mudah diperoleh dan tersedia dalam berbagai varian, seperti nasi liwet, nasi kuning, nasi uduk, nasi goreng, hingga nasi ayam jeruk purut,” jelas Handian.

Nasi steril tersebut dikemas dalam pouch berukuran 150–200 gram atau setara satu porsi makan orang dewasa, sehingga praktis untuk distribusi dan mobilisasi ke wilayah terdampak bencana.

Penyaluran bantuan dan inovasi teknologi ini akan dilakukan melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi setempat, yakni Universitas Syiah Kuala di Aceh, Universitas Sumatera Utara di Sumatra Utara, serta Universitas Andalas di Sumatra Barat.

“Harapannya, inovasi ini dapat menjawab kebutuhan paling mendesak masyarakat sekaligus mendukung percepatan pemulihan pascabencana di wilayah terdampak,” pungkas Handian.(ded)

Editor : Eka Rahmawati
#ipb #bencana #sumatera #relawan