RADAR BOGOR - Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq menyebut, tutupan hutan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane hanya 10 persen dari total luas sekitar 150 ribu hektare.
Kondisi itu menurut Hanif Faisol, berpotensi terhadap terjadinya bencana hidrometeorologi mulai dari kawasan hulu hingga hilir.
Hal itu disampaikan Hanif Faisol saat melakukan penanaman pohon bersama Aliansi BEM Se-Bogor dan Rektor IUQI Bogor di area Stadion Lapangan Mini Leuwiling, Minggu 21 Desember 2025.
Baca Juga: Rumah di Panaragan Kota Bogor Ini Ambruk, Puing Reruntukan Tutup Akses Jalan Warga
"DAS Cisadane ini sama persis dengan DAS Ciliwung, tutupan hutannya lebih dikit dari 10 persen, sementara untuk melindungi masyarakat di bagian hilir, paling tidak 30 persen," ungkapnya.
Menurutnya, kawasan Leuwiliang merupakan 1 dari 6 DAS penting yang kondisinya kini sudah kritis. Ketika hujan, tentu akan berpotensi terjadinya bencana hingga memakan korban jiwa.
Terlebih di kondisi perubahan iklim ekstrem saat ini. Sehingga ia mengajak semua pihak untuk melakukan upaya jangka panjang dengan terus menanam pohon di kawasan DAS.
"Kepada seluruh masyarakat, agar bersiap-siap, terutama yang berdiam di bantaran Sungai Cisadane, yang berdiam di lereng-lereng bukit, maka kita harus waspada," imbau Hanif.
Berkaca pada musibah banjir bandang di Sumatera, Hanif Faisol menyebut bahwa bencana tersebut terjadi setelah turun hujan sebanyak 450 milimeter perhari. Memakan korban lebih dari 1.000 jiwa.
Maka hal serupa tidak menutup kemungkinan juga terjadi di wilayah DAS Ciliwung - Cisadane, di wilayah hulu hingga ke hilir.
"Mari kita jadikan lingkungan sebagai panglima kita, kalau ekonomi di depan, lingkungan di belakang, biayanya mahal seperti di Sumatera," tandas Menteri LH. (cok)
Editor : Yosep Awaludin