Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pasutri Asal Parung Bogor Jadi Korban Meninggal Kecelakaan Maut Bus Cahaya Trans di Semarang, Begini Kesaksian Keluarga

Muhammad Ali • Selasa, 23 Desember 2025 | 08:15 WIB
Pantauan Radar Bogor di kediaman korban di Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Senin 22 Desember 2025.
Pantauan Radar Bogor di kediaman korban di Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Senin 22 Desember 2025.

RADAR BOGOR — Pasangan suami istri asal Parung, Kabupaten Bogor, Sago Hidayat (62) dan Anih (56), menjadi korban meninggal dalam kecelakaan maut Bus Cahaya Trans di Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin 22 Desember 2025 dini hari.

Pasutri dari Parung itu diketahui tengah dalam perjalanan pulang kampung menuju Klaten, Jawa Tengah.

Bus yang ditumpangi korban asal Parung itu, melaju dari Jakarta menuju Yogyakarta sebelum mengalami kecelakaan tragis sekitar pukul 03.00 WIB di Simpang Susun Exit Tol Krapyak.

Keponakan almarhum, Suyadi, mengungkapkan bahwa Sago Hidayat sempat menyampaikan niat pulang kampung pada Kamis sebelumnya.

Meski tidak berpamitan secara resmi, almarhum mengatakan ingin menjenguk ibunya yang tengah sakit.

“Beliau bilang mau pulang kampung karena ibunya kurang sehat, sekalian mau ziarah karena bapaknya sudah meninggal, tapi ibunya masih ada,” ujarnya saat ditemui Radar Bogor, Senin 22 Desember 2025.

Menurutnya, keberangkatan almarhum bersama istrinya tidak diketahui oleh pihak keluarga. Biasanya, pasangan tersebut pulang kampung menggunakan mobil pribadi, bukan bus.

Ia menjelaskan pihak keluarga baru mengetahui kabar duka tersebut sekitar pukul 08.00 WIB.

Informasi pertama diterima dari rekan yang sering menangani kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah Parung, yang menyebut adanya warga Parung menjadi korban kecelakaan di Semarang berdasarkan data Jasa Raharja dan pihak Satlantas Kabupaten Bogor.

“Awalnya belum tahu namanya, dari Jasa Raharja minta nomor Pak Lurah. Setelah dikonfirmasi, ternyata benar Pak Sago dan istrinya,” katanya.

Suyadi juga sempat melakukan konfirmasi ke pihak PO Cahaya Trans di tempat pembelian tiket.

Pihak perusahaan membenarkan adanya kecelakaan, namun belum dapat memastikan identitas korban meninggal maupun luka-luka.

Sementara itu, jenazah kedua korban langsung dibawa menuju Bogor dan pada Senin malam telah berada dalam perjalanan menuju Parung.

Pihak keluarga memutuskan untuk memakamkan almarhum dan almarhumah di TPU Griya Abadi, Parung, Kabupaten Bogor.

“Keputusan dari anaknya, beliau punya tiga anak, semua sepakat dimakamkan di Parung dan langsung dimakamkan, mau jam berapa pun,” pungkasnya.

Diketahui, kecelakaan bus PO Cahaya Trans dengan nomor polisi B 7201 IV tersebut menewaskan total 16 penumpang di lokasi kejadian.

Bus diduga melaju dengan kecepatan tinggi sebelum menghantam pembatas jalan di tikungan jalur penghubung atau RAM 3 Exit Tol Krapyak. (cr1)

Editor : Yosep Awaludin
#parung #Bus Cahaya Trans #kecelakaan maut #pasutri