RADAR BOGOR - Program Gerakan Pangan Murah (GPM) Kabupaten Bogor mendapat tanggapan positif dari masyarakat.
Bupati Bogor Rudy Susmanto, mengatakan Gerakan Pangan Murah ini sangat membantu warga dalam mendapatkan kebutuhan pokok mereka dengan biaya yang terjangkau, terutama di tengah fluktuasi harga bahan pangan, yang berdampak langsung pada warga.
Selain itu, pihak mengatakan bahwa Gerakan Pangan Murah membantu ekonomi rumah tangga.
Bahan pangan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, telur, dan kebutuhan lainnya dianggap cukup lengkap dan berkualitas, serta lebih murah dibandingkan harga pasar.
Selain itu, kegiatan itu juga menuai prestasi yang membanggakan di tingkat Provinsi Jawa Barat dalam penghargaan Ketahanan Pangan 2025.
Kabupaten Bogor menerima penghargaan sebagai Juara 1 dalam kategori Gerakan Pangan Murah Terbaik, Juara 3 dalam kategori Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) terbaik, dan Juara 1 dalam kategori Neraca Pangan Terbaik oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP).
Selama ini, DKP Kabupaten Bogor telah menerapkan GPM untuk mengontrol inflasi lokal dan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Rudy Susmanto mengatakan bahwa GPM termasuk dalam janji pemerintah daerah untuk mendukung ketahanan pangan.
Rudy menyatakan bahwa program ini memiliki potensi untuk mengurangi kemiskinan di Kabupaten Bogor dan meningkatkan daya beli masyarakat, terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah.
Banyak orang, terutama mereka yang berpenghasilan rendah, masih menghadapi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan makanan mereka, meskipun data terbaru menunjukkan tren penurunan kemiskinan.
Dia juga menyatakan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Bogor telah berhasil turun menjadi 6,25 persen dari total penduduk pada tahun 2025, yang diperkirakan mencapai lebih dari 6 juta jiwa, menurut data resmi.
Persentase ini berada di bawah angka kemiskinan rata-rata Provinsi Jawa Barat (7,46 persen) dan nasional (9,63 persen), menunjukkan penurunan signifikan dari tahun-tahun sebelumnya.
Namun, jumlah ini menunjukkan bahwa sekitar 446.790 orang di Kabupaten Bogor masih hidup di bawah garis kemiskinan.
Data ini menunjukkan bahwa banyak keluarga miskin membutuhkan intervensi program sosial yang tepat meskipun angka kemiskinan semakin terkendali.
Menurut banyak pihak, Kabupaten Bogor patut dihargai karena program GPM, yang merupakan salah satu program yang paling disukai ibu-ibu dan sangat dinanti-nanti di setiap daerah.
Bisa dilihat dari antusiasme masyarakat terhadap program Gerakan Pangan Murah, kegiatan yang dikemas dengan baik dan profesional menjadi penilaian yang lebih baik bagi masyarakat karena memungkinkan mereka berbelanja dengan nyaman.
"Saya sangat berharap, ke depan pelaksanaan GPM tidak hanya menambah jumlah kegiatan, tetapi juga memperluas lokasi penyelenggaraannya ke wilayah yang lebih jauh dari pusat kota," ungkap salah satu pengunjung GMP, Fatimah.
Oleh karena itu, komponen utama kebermanfaatan program ini adalah penyebaran kegiatan, kuota komoditas, dan nilai subsidi. untuk membuatnya lebih terasa di seluruh masyarakat Kabupaten Bogor. (***)
Editor : Yosep Awaludin