RADAR BOGOR — Program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Bogor mendapat respons positif dari masyarakat sepanjang 2025, warga dinilai sangat antusias karena program ini mampu membantu memenuhi kebutuhan pangan pokok dengan harga terjangkau.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, mengatakan GPM hadir sebagai bentuk stimulus pemerintah di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
“GPM ini pada dasarnya memberikan fasilitas agar masyarakat bisa mengakses pangan dengan harga terjangkau, seperti beras, minyak, telur, dan kebutuhan pokok lainnya. Karena kita melihat ekonomi belum sepenuhnya tumbuh dan membaik, maka pemerintah hadir memberikan stimulus,” ujarnya kepada Radar Bogor, Kamis 25 Desember 2025.
Meski demikian, Teuku menegaskan bahwa GPM tidak diharapkan berlangsung terus-menerus, program ini ditujukan sebagai upaya sementara hingga kondisi ekonomi masyarakat kembali normal.
“Harapan kita, ketika ekonomi sudah tumbuh dan masyarakat mampu membeli pangan secara normal, maka normalitas kehidupan itu bisa berjalan kembali,” katanya.
Menjelang 2026, Ia menyebutkan Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan komitmennya untuk tetap melanjutkan GPM.
Bahkan, pelaksanaannya akan diperluas hingga tingkat desa melalui skema bantuan keuangan desa.
“Secara evaluasi, kemarin di tingkat Jawa Barat kita dianggap paling baik, paling masif, dan paling banyak melaksanakan GPM. Sehingga kita mendapatkan prestasi sebagai gerakan pangan terbaik se-Jawa Barat,” ungkapnya.
Selain itu, menurut teuku, evaluasi juga dilakukan dari sisi penganggaran dan pelaksanaan di tingkat kecamatan dan desa.
Pemerintah mendorong agar GPM tidak hanya bergantung pada Dinas Ketahanan Pangan, tetapi menjadi gerakan bersama hingga ke akar rumput.
“Di kecamatan kita pasang target, desa juga kita dorong untuk melaksanakan GPM. Jadi pelaksanaannya merata, tidak hanya oleh dinas, tapi juga kecamatan dan desa,” katanya.
Teuku menambahkan, dampak paling nyata dari GPM dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam pengendalian inflasi.
“GPM ini sudah pasti mempengaruhi inflasi. Masyarakat bisa mengakses dan membeli pangan murah. Walaupun skalanya nanti dihitung besar atau kecil, tapi dampaknya nyata. Yang paling terasa tentu masyarakat merasa terbantu dan gembira karena ada fasilitas dari pemerintah,” pungkasnya. (Cr1)
Editor : Alpin.