RADAR BOGOR – Pemkab Bogor memastikan kesiapan pembangunan halte TransJabodetabek P11 di kawasan Exit Tol Citeureup.
Namun hingga kini, realisasi pembangunan halte TransJabodetabek tersebut masih menunggu persetujuan dari Jasa Marga selaku pemilik lahan di lokasi tersebut.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengatakan bahwa Pemkab Bogor telah melakukan komunikasi awal dengan pihak Jasa Marga terkait rencana pembangunan halte TransJabodetabek.
Menurutnya, status lahan yang merupakan aset Jasa Marga menjadi faktor utama yang membuat Pemkab belum dapat memulai pembangunan.
“Terkait komunikasi lanjutan soal halte, karena lahan tanahnya milik Jasa Marga, sampai sekarang kami belum mendapatkan jawaban dari pihak Jasa Marga,” ujarnya kepada Radar Bogor, Sabtu 27 Desember 2025.
Meski demikian, Rudy menegaskan Pemkab Bogor tidak tinggal diam. Pihaknya berencana kembali menjalin komunikasi, termasuk dengan operator TransJakarta, guna memperkuat rencana pembangunan halte tersebut.
“Kami akan segera berkomunikasi kembali dengan pihak TransJakarta. Dari TransJakarta sendiri sudah setuju, karena memang selama ini bus TransJakarta berhenti di titik tersebut,” jelasnya.
Rudy menyampaikan, pembangunan halte di Exit Tol Citeureup bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Khususnya para komuter yang setiap hari menggunakan layanan TransJabodetabek P11. Selama ini, penumpang terpaksa menunggu bus di pinggir jalan tanpa fasilitas yang memadai.
“Kita ingin melayani masyarakat kita, sehingga pada saat hujan ada tempat berteduh, tempatnya nyaman, dan dari sisi keselamatan mereka tidak berada di pinggir jalan,” tegasnya.
Ia berharap persetujuan dari Jasa Marga dapat segera diberikan agar pembangunan halte bisa segera direalisasikan.
Menurut Rudy, keberadaan halte bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan penumpang.
“Mudah-mudahan dapat jawaban segera dari pihak Jasa Marga, sehingga kita bisa segera membangun halte tersebut,” katanya.
Terkait respons resmi dari Jasa Marga, Rudy memastikan belum ada jawaban yang diterima oleh Pemkab Bogor. “Sampai sekarang memang belum ada jawaban. Mungkin karena ini akhir tahun,” ungkapnya.
Meski demikian, Rudy optimistis dalam waktu dekat Jasa Marga dapat memberikan respons positif. Pemkab Bogor pun siap bergerak cepat begitu persetujuan diterima. (cr1)
Editor : Yosep Awaludin