RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali turun langsung ke masyarakat dengan berkeliling tanpa pemberritahuan.
Dedi Mulyadi langsung menyapa warga dan mendengarkan berbagai kisah kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitar rel kereta api.
Ya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi melakukan blusukan ke wilayah Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.
Baca Juga: Pengamanan Tahun Baru Diperketat, Empat Titik di Kota Bogor Ini Jadi Fokus Aparat
Dalam kegiatan tersebut, KDM (sapaan Dedi Mulyadi) berjalan kaki menyusuri permukiman warga yang berada di sekitar jalur rel kereta api, sekaligus berdialog secara langsung dengan masyarakat.
Di sela kunjungannya, Dedi Mulyadi sempat berhenti di sebuah hajatan sederhana milik warga setempat.
Dengan gaya santai dan penuh keakraban, ia berbincang dengan keluarga pengantin dan warga sekitar, menanyakan kondisi ekonomi, pekerjaan, hingga latar belakang kehidupan mereka.
Baca Juga: Wajib Tahu! Saldo Bansos KPM Tiba-Tiba Nol Padahal Sudah Cair? Ini Penyebab dan Cara Menghindarinya
KDM juga meninjau kondisi permukiman yang berdiri sangat dekat dengan rel kereta api.
Ia mempertanyakan status lahan yang ditempati warga, termasuk keberadaan papan larangan pemanfaatan tanah milik Kementerian Perhubungan.
Dari dialog dengan warga, diketahui bahwa sebagian permukiman telah ada sebelum pemasangan plang larangan maupun pengembangan jalur rel.
Baca Juga: Pasang Target 100 Medali Emas di Porprov Jabar 2026, Pemkot Bogor Janjikan Atlet Bonus Rp100 Juta
“Permasalahan seperti ini harus dilihat secara utuh, tidak hanya dari sisi administrasi, tetapi juga dari sisi kemanusiaan,” ujar Dedi Mulyadi di hadapan warga.
Selain itu, Dedi Mulyadi mendengarkan cerita warga yang terdampak pembangunan jalur kereta, termasuk keluarga yang harus kehilangan rumah dan kini tinggal di kontrakan.
Meski menghadapi keterbatasan ekonomi, warga tetap menunjukkan semangat hidup dan kebersamaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Dalam suasana penuh kehangatan, Dedi Mulyadi juga memberikan motivasi kepada warga agar tetap optimistis, menjaga kekompakan keluarga, dan bekerja dengan jujur.
Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat hingga lapisan terbawah.
Blusukan tersebut menjadi bagian dari komitmen Dedi Mulyadi untuk terus hadir di tengah masyarakat, memahami langsung persoalan sosial di lapangan, serta memastikan kebijakan pemerintah provinsi Jawa Barat berpihak pada rakyat. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti