RADAR BOGOR - Warga Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, menuntut janji Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM atas dana kompensasi dampak penutupan tambang.
Pasalnya hingga ini, masih ada ribuan warga yang belum menerima uang kompensasi tersebut. Tuntutan itu pun disampaikan dalam aksi unjuk rasa di Kantor Desa Cipinang pada Senin, 29 Desember 2025 sore.
Kepala Desa Cipinang, Mad Hasan mengatakan, masih ada ribuan warganya yang hingga hari ini belum menerima kompendasi dampak penutupan tambang.
"Berdasarkan surat edaran dari gubernur, tercatat ada sekitar 1.500 orang calon penerima kompensasi. Itu pun belum terdata semua. Sehingga didata kembali dan tercatat ada sekitar 4.600 orang yang belum menerima kompensasi," ungkapnya.
Meski demikian, kata Mad Hasan, hingga saat ini ribuan warga tersebut belum menerima uang kompensasi dari KDM.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, Pemprov Jabar baru bisa mencairkan dana kompensasi tersebut pada awal tahun 2026.
"Anggaran di Pemprov Jabar sampai akhir tahun 2025 ini hanya cukup untuk 1.517 keluarga penerima manfaat di dua kecamatan," bebernya.
"Informasinya, bagi warga yang belum menerima kompensasi akan digabungkan dengan bantuan di Januari 2026," sambung Mad Hasan.
Pihaknya pun berusaha memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk bersabar selama Pemprov Jabar mengupayakan memberikan kompensasi tersebut.
"Sosialisasi dan pendataan secara menyeluruh sudah kami lakukan, namun memang bantuan itu akan turun lagi nanti pada tahun 2026," tukasnya.(cok)
Editor : Alpin.