Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Masyarakat Keberatan, Penggunaan Nama Pangeran Sake di Depan Ruko Citeureup Indah Akhirnya Dibongkar Paksa

Muhammad Ali • Rabu, 31 Desember 2025 | 20:09 WIB
Warga membongkar plang Ruko Citeureup Indah, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, yang menggunakan nama Pangeran Sake, Rabu 31 Desember 2025.
Warga membongkar plang Ruko Citeureup Indah, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, yang menggunakan nama Pangeran Sake, Rabu 31 Desember 2025.

RADAR BOGOR – Pemasangan nama Pangeran Sake di deretan Ruko Citeureup Indah, memicu kontroversi di kalangan masyarakat Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Beberapa tokoh menilai penempatan nama tokoh besar Pangeran Sake oleh oknum tersebut kurang tepat dan tidak selaras jika diletakkan di depan ruko.

Plt. Camat Citeureup, Aris Nurjatmiko, menjelaskan bahwa ada tokoh masyarakat yang keberatan dengan penamaan Pangeran Sake di Ruko Citeureup Indah itu, sehingga persoalan ini bukan terkait silsilah.

“Jadi nama yang dipakai itu menurut beberapa tokoh kurang selaras kalau ditempatkan di situ, jadi sudut pandangnya begitu,” ujarnya kepada Radar Bogor, Rabu 31 Desember 2025.

Aris menambahkan, warga diminta untuk mengganti nama tersebut jika ingin digunakan di masjid atau pada nama jalan.

“Jadi kita bongkar dengan yang bersangkutan juga. Untuk diganti, kita sudah sampaikan ke Pak Bupati Bogor. Kecamatan sifatnya hanya menjembatani apa yang menjadi aspirasi,” katanya.

Menurut Aris, proses ini sebaiknya dilakukan melalui dialog agar segala aspirasi masyarakat tersampaikan kepada pimpinan.

Ia menegaskan, pemasangan nama tersebut awalnya dimaksudkan untuk mengenang Pangeran Sake sebagai tokoh besar di Citeureup, namun dari sisi penempatan, hal itu dinilai kurang tepat.

Ketua Forum Komunikasi Pemuda Citeureup (FKP), Jamil, menegaskan bahwa nama ruko tersebut harus diganti.

Setelah mendapat protes warga, ahirnya pembongkaran plang nama dilakukan dengan pengawasan pihak kecamatan, tokoh masyarakat, serta kyai.

“Kami dari FKP tetap pakai assessment musyawarah dulu ke pihak kecamatan. Kalau hasilnya tetap tidak memuaskan, apapun itu akan tetap saya kejar sampai ke mana pun,” ungkapnya.

Perlu diketahui, Pangeran Sake merupakan sosok penting dalam sejarah peradaban Islam, khususnya di Bogor.

Keberaniannya melawan VOC Belanda sekaligus kepiawaiannya dalam berdakwah membuatnya dikenal sebagai ulama yang dekat dengan masyarakat.

Pangeran Sake, dengan nama asli Muhammad Syarifudin Shohe, adalah anak ke-11 dari Raja Mashur di Banten, Sultan Ageng Tirtayasa.

Setelah Sultan Ageng tertangkap VOC pada 1682, Pangeran Sake menemani sang kakak, Pangeran Purbaya, untuk melanjutkan perjuangan ayahnya di Bogor.

“Mereka berjuang melakukan gerilya di Citeureup, Cikeas, dan Cijayanti. Namun, kakaknya tertangkap atau menyerah di Gunung Gede, sehingga perjuangan akhirnya dilanjutkan oleh Pangeran Sake,” beber Hendra Astari, sejarawan Sunda.(cr1)

Editor : Alpin.
#Kecamatan Citeureup #Pangeran Sake #kabupaten bogor