RADAR BOGOR - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Republik Indonesia, Prasetyo Hadi mengungkap retret kedua di Hambalang, Kabupaten Bogor, akan membahas sejumlah program kabinet merah putih.
Prasetyo Hadi menyebut pembahasan retret kedua pertama yakni membahas soal swasembada pangan.
Dia menyebutkan, saat perayaan natal bersama, Presiden RI Prabowo menyinggung bahwa dalam waktu satu tahun berhasil mewujudkan swasembada pangan.
Baca Juga: Bansos BPNT Tahap 4 Susulan Rp600 Ribu Terpantau Cair Hari Ini, KPM Cek Saldo KKS Lewat Mesin ATM
"Artinya swasembada pangan ini adalah untuk pertama kalinya kita tidak mengimpor beras di tahun 2025 dan kita berharap hal ini juga tentunya bisa dipertahankan di 2026. Justru kita menginginkan terjadi peningkatan dari sisi swasembada pangan," kata Pras di Padepokan Garudayaksa, Selasa 6 Januari 2026.
Lalu, kata dia, swasembada energi dalam target Anggaran Pendapatan Belanja (APBN) 2025 berhasil terlewati. Namun tetap perlu adanya percepatan untuk ditingkatkan dengan tujuan yang ada pada tahun 2026.
Selanjutnya, kata Prasetyo, pembahasan retret terkait beberapa program-program yang lain. Dia mencontoh seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga: BPNT Tahap 4 2025 Cair Januari 2026, Saldo Rp600 Ribu Masuk KKS Bank Penyalur, tapi Waspada 2 Hal Ini Agar Saldo Tidak Hangus
"Hari ini sudah mencapai 55 juta penerima manfaat dari target 82,9 juta penerima manfaat. Kita berharap 2026 target itu dapat terpenuhi tentu saja dengan beberapa evaluasi selama pelaksanaan satu tahun dan hari bertepatan dengan satu tahun pelaksanaan program MBG yang dimulai 6 Januari 2025 lalu," jelas dia.
Kemudian, pembahasan retret terkait program hilirisasi akan dibahas mengenai realisasi hilirisasi yang akan disampaikan oleh Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara bahwa ada beberapa project yang sudah siap akan ground breaking pada pertengahan bulan Januari 2026.
"Ada beberapa project hilirisasi yang di bulan Januari ini akan dilakukan ground breaking dari kurang lebih 18 project yang sudah disepakati didalam beberapa kali rapat terbatas bersama Bapak Presiden dan Kementerian terkait," ujar dia.
Baca Juga: Kebijakan Terkini Bansos PKH dan BPNT dari Kemensos, Ada Komponen Pendidikan Tambahan serta Daftar KPM Penerima yang Dilarang
Kemudian, terkait program sekolah rakyat yang saat ini sudah berjalan di 166 lokasi. Dia berharap tahun 2026 akan ditambah sebanyak 104 sekolah rakyat.
"Ini juga Bapak Presiden minta betul-betul dilakukan percepatan baik sarana fisiknya maupun non fisiknya," tutur dia.
Tak lupa, kata dia, pembahasan tentang pemulihan percepatan rekontruksi maupun rehabilitas Provinsi yang terdampak bencana beberapa waktu lalu.
"Kita ketahui ada beberapa bencana di tempat yang lain. Bapak Presiden dalam beberapa pertemuan tertutup juga memberikan penekanan kepada Menko PMK, Mendagri, BNPB berkenaan dengan penanganan bencana di Kepulauan Sitaro Sulawesi Utara kemudian juga di Kalimantan Selatan dan beberapa tempat lainnya yang memang karna ini masuk musim curah hujan tinggi kita harus melakukan langkah-langkah antisipatif," terang dia.
"Itu saya kira diantaranya yang nanti akan diminta memberikan paparan selain tentu saja menteri-menteri yang lain," pungkasnya. (abl)