RADAR BOGOR - Lahirnya seekor bayi panda raksasa di Taman Safari Bogor menjadi sejarah baru bagi Indonesia dalam bidang konservasi satwa.
Bayi panda yang diberi nama Satrio Wiratama oleh Presiden RI Prabowo Subianto itu, merupakan panda pertama yang lahir di Indonesia.
Sejak dilahirkan pada 27 November 2025 lalu, bayi panda tersebut telah menunjukan berkembangan dengan berat sekitar 1,9 kilogram pada Selasa (6/1/26) di usia 40 hari.
Co-Founder Taman Safari Indonesia Group dan penggagas program konservasi panda di Indonesia, Jansen Manansang menyampaikan, keberhasilan ini dicapai melalui penerapan Assisted Reproductive Technology (ART) dengan kolaborasi ilmiah antara TSI dan China Conservation and Research Center for the Giant Panda (CCRCGP) sebagai mitra utama, serta didukung oleh mitra peneliti nasional dan internasional.
"Capaian ini menegaskan tidak hanya komitmen Indonesia untuk berkontribusi aktif dalam konservasi panda raksasa dunia, tetapi juga keberhasilan TSI dalam pendekatan konservasi berbasis sains, disiplin ilmiah jangka panjang, serta standar kesejahteraan satwa berkelas global," ujarnya.
Riset konservasi, tutur Jansen, dijalankan sebagai bagian integral dari pilar konservasi TSIG, serta menjadi fondasi bagi program edukasi dan rekreasi.
Melalui pendekatan ini, TSIG membangun ekosistem konservasi yang berkelanjutan, mengintegrasikan penelitian ilmiah, tata kelola kesejahteraan satwa yang bertanggung jawab, serta peningkatan literasi konservasi masyarakat.
"Panda raksasa telah lama menjadi ikon hubungan bilateral Indonesia–Tiongkok dan simbol diplomasi lingkungan kedua negara. Program konservasi panda ini merepresentasikan kepercayaan dan kemitraan strategis dalam menjaga keanekaragaman hayati," tambah Jansen.
Sejalan dengan hal tersebut, Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok menyampaikan apresiasi atas kelahiran bayi panda ini sebagai hasil kemitraan strategis jangka panjang Indonesia–Tiongkok di bidang konservasi satwa liar dan simbol persahabatan kedua negara.
Direktur Operasional dan Life Science Taman Safari Indonesia Group, Esther Manansang menambahkan, keberhasilan ini merupakan hasil kerja tim lintas disiplin, mulai dari dokter hewan, perawat satwa, peneliti, hingga mitra internasional.
"Fokus kami bukan hanya pada kelahiran, tetapi memastikan setiap tahapan dijalankan secara bertanggung jawab," jelasnya.
Menurutnya, kelahiran bayi panda ini juga memiliki arti strategis secara global. Merupakan satu-satunya kelahiran panda raksasa di luar Tiongkok sepanjang tahun 2025.
"Ini juga sekaligus menjadi capaian penting bagi kawasan ASEAN yang menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra aktif dalam konservasi panda raksasa dunia," pungkasnya.(cok)
Editor : Alpin.