RADAR BOGOR - Produksi komoditas jagung di Kabupaten Bogor sepanjang tahun 2025 mencapai 996 ton. Jumlah itu merupakan hasil panen di 171 hektare lahan pertanian jagung di Kabupaten Bogor.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor, Entis Sutisna saat mengikuti kegiatan panen raya jagung serentak Kuartal I Tahun 2026 di Desa Tugujaya, Cigombong, Kamis 8 Januari 2026.
"Secara keseluruhan, pada tahun 2025 luas tanam jagung di Kabupaten Bogor mencapai sekitar 300 hektare, dengan luasan panen yang telah terealisasi 171 hektare dan total produksi mencapai 996 ton," ungkapnya.
Panen jagung di Kecamatan Cigombong sendiri, mencakup luasan sekitar 4.000 meter persegi.
Menurut Entis, program pengembangan komoditas jagung ini digagas Polri guna mendukung ketahanan pangan nasional.
"Hari ini kita melaksanakan panen jagung dalam kegiatan yang diinisiasi Polri melalui Polres Kabupaten Bogor. Untuk Kecamatan Cigombong luas panennya kurang lebih 4.000 meter persegi," jelasnya.
Sementara itu, Kabag SDM Polres Bogor Kompol Yudi Kusyadi menjelaskan, panen jagung serentak ini mencakup total luasan sekitar 5,5 hektare, yang tersebar di beberapa kecamatan, antara lain Jasinga, Rumpin, Sukamakmur, Tenjo, dan wilayah lainnya di Kabupaten Bogor.
"Estimasi hasil panen minimal sekitar 30 ton, karena waktu tanam di tiap wilayah tidak bersamaan, maka waktu panennya pun berbeda-beda. Beberapa kecamatan juga telah melakukan panen dalam beberapa hari sebelumnya," terang Yudi.
Pada tahun 2025, kata dia, capaian serapan penanaman jagung di Kabupaten Bogor telah mencapai sekitar 60 persen.
Pada kuartal IV tahun 2025, penanaman jagung dilakukan seluas 105 hektare, terutama pada bulan Oktober dan November.
Untuk tahun 2026, lanjut Yudi, penanaman jagung akan terus dilanjutkan dengan sistem tanam ulang setelah panen, guna menjaga keberlanjutan produksi.
"Lahan yang sudah dipanen akan langsung diratakan dan ditanami kembali. Target kami adalah memaksimalkan potensi yang ada secara berkelanjutan," tegasnya.
Lebih jauh Yudi menyatakan, program ini merupakan hasil kolaborasi dan sinergi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor, kepolisian, serta kelompok tani.
"Meskipun Kabupaten Bogor bukan sentra jagung, produksi jagung ke depan bisa meningkat secara signifikan sehingga jagung dapat menjadi komoditas alternatif selain padi bagi para petani," tandasnya.(cok)
Editor : Alpin.