RADAR BOGOR — Fenomena kilatan cahaya disertai suara dentuman keras yang muncul di langit kawasan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Senin 5 Januari 2026 malam menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat.
Sejumlah warga mengaku melihat cahaya kemerahan di langit yang diikuti bunyi ledakan cukup kuat.
Menanggapi kejadian tersebut, Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, menjelaskan berdasarkan hasil analisis data cuaca, fenomena tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas badai petir atau thunderstorm.
“Kondisi atmosfer saat kejadian terpantau normal dan tidak menunjukkan adanya cuaca ekstrem,” ujarnya melalui keterangan resmi IPB.
Selain itu, hasil pemantauan seismograf juga tidak menunjukkan adanya aktivitas seismik maupun vulkanik.
Tidak ditemukan peningkatan aktivitas Gunung Gede maupun pergerakan sesar di kawasan Gunung Gede–Pangrango yang dapat dikaitkan dengan fenomena tersebut.
“Dengan data cuaca dan seismik yang normal, kejadian ini dapat dipastikan tidak berhubungan dengan aktivitas vulkanik, gempa bumi, maupun badai petir,” katanya.
Meski demikian, Sonni menyebutkan masih terdapat kemungkinan lain secara ilmiah yang dapat menjelaskan kemunculan kilatan cahaya dan suara dentuman tersebut.
Salah satu fenomena alam yang paling mungkin adalah peristiwa bolide atau bola api.
Bolide merupakan peristiwa masuknya meteoroid berukuran relatif besar ke atmosfer Bumi dengan kecepatan sangat tinggi.
Gesekan dengan atmosfer menyebabkan meteoroid terbakar secara cepat dan menghasilkan kilatan cahaya terang yang dapat terlihat dari permukaan Bumi.
“Jika ukurannya cukup besar, meteoroid bisa meledak di atmosfer dan menimbulkan gelombang kejut sonik. Gelombang ini yang kemudian terdengar oleh warga sebagai dentuman keras,” jelasnya.
Ia menambahkan, kilatan cahaya yang teramati juga dapat terjadi akibat proses ablasi dan ionisasi atmosfer, yang memicu pelepasan energi elektromagnetik.
Penjelasan serupa juga pernah disampaikan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada kasus-kasus fenomena langit sebelumnya.
Fenomena serupa diketahui pernah terjadi di wilayah Cirebon beberapa bulan lalu, ketika sebuah meteor dilaporkan mencapai permukaan Bumi dan menyebabkan kerusakan ringan pada atap rumah warga.
Meski dugaan bolide dinilai paling mendekati secara ilmiah, Sonni menegaskan bahwa kesimpulan tersebut masih memerlukan klarifikasi lanjutan melalui pengamatan langsung di lapangan.
“Untuk memastikan penyebab pastinya, diperlukan verifikasi lebih lanjut, termasuk kemungkinan ditemukannya jejak material meteorit di lokasi kejadian,” pungkasnya.(uma)
Editor : Alpin.