RADAR BOGOR - Masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bogor hingga para pengusaha tambang kompak minta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membuka kembali usaha tambang di wilayah Bogor Barat.
Hal itu disampaikan setelah Pemkab Bogor mengumpulkan para pengusaha dan masyarakat di Pendopo Bupati, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa 13 Januari 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika mengatakan bahwa aspirasi yang disampikan pengusaha maupun masyarakat mereka meminta agar usaha tambang kembali dibuka.
Baca Juga: Mohon Maaf, Pencairan Bansos PKH 2026 Bisa Ditangguhkan jika KPM Tidak Memenuhi 3 Verifikasi Komitmen Ini
"Tadi disampaikan bahwa nanti pak Gubernur kami ini beserta para pengusaha dan masyarakat harapannya mudah-mudahan ada pembukaan tambang kembali tentunya dengan yang lebih selektif tergantung dari Gubernur itu sendiri," ungkap Ajat.
Selain itu, pada pertemuan bersama pengusaha tambang dan masyarakat, Pemkab Bogor menyampaikan rencana pembangunan jalan khusus barang dan tambang.
Terlebih, kata dia, Pemkab Bogor telah mengalokasikan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 sebesar Rp 100 Miliar untuk pembebasan lahan.
"Acara dimaksudkan oleh bupati juga untuk mensosialisasikan kepada seluruh pengusaha tambang karna jalan khusus tambang ini apabila ingin cepat maka harus dilaksanakan secara kolaboratif," jelas Ajat.
Baca Juga: Cek Sekarang! Batas Akhir 15 Januari 2026: Penyebab Bansos PKH Ditangguhkan dan Solusi Saldo BPNT yang Masih Kosong
Dalam sosialisasi pembebasan lahan yang dilakukan Pemkab beberapa waktu lalu, kata Ajat, para pengusaha didalam surat komitmen akan berkontribusi.
Karena, jalan tambang tersebut akan melewati rute area-area tanah yang dikuasi oleh para pengusaha tambang.
"Tadi tergambarkan bahwa para pengusaha sangat mendukung apabila harus berkontribusi juga ada surat pernyataan nya," ujar dia.
Sehingga, kata Ajat, hal ini adalah aspirasi yang cukup positif. Sebab itu, Bupati Bogor pekan depan akan menyampaikan langsung kepada Gubernur Jawa Barat.
"Sehingga ini harapannya bahwa dengan kolaborasi seperti ini dan saling menjaga baik dari sisi kuari tambangnya ataupun dari sisi lingkungannya," imbuh dia.
Baca Juga: Sembuh Tanpa Obat, 47 Pelatih Baru Siap Menebar Ilmu Bioenergypower
"Kita ada itikad baik bagaimana merespon kegiatan-kegiatan yang ada di area pertambangan baik dari masyarakat pengusaha semuanya yang kemudian kita akan sampaikan aspirasi ini ke Gubernur minggu depan," ujar dia.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Badan Pimpinan Nasional Asosiasi Tambang Batuan Indonesia (ATBI) Bisma Muhammad Normansyah menambahkan bahwa pertemuan bersama Pemkab Bogor membahas terkait isu penghentian tambang sementara.
Terlebih, kata dia, salah satu yang mejadi persoalan karena selama ini tranportasi logistik tambang menggunakan jalan umum.
"Ini digagas oleh Pemerintah Kabupaten Bogor oleh Pak Bupati dan Pak wabup jalan khusus tambang bersama dengan teman-teman pemilik konsesi yang ada di Parungpanjang, Cigudeg dan Rumpin," ujar dia.
Oleh karena itu, kata dia, dengan kebersamaan ini, berharap Pemprov Jabar kembali membuka operasi tambang yang ada di Parungpanjang, Cigudeg dan Rumpin agar segera dioperasikan.
Selain itu, kata dia, para pengusaha tambang juga berkomitmen untuk partisipasi pembangunan jalan khusus tambang.
"Harapannya begitu jadi tadi kami bersepakat dengan Pak Bupati dan Pak Wabup bahwa ini harus segera kita realisasikan dan tambang juga harus segera beroperasi," pungkasnya.(abl)