Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kompak! Masyarakat, Pemkab Hingga Pengusaha Minta Pemprov Jabar Buka Kembali Usaha Tambang di Bogor Barat

Abilly Muhamad • Selasa, 13 Januari 2026 | 20:52 WIB

Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika saat menyampaikan keterangan.
Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika saat menyampaikan keterangan.


RADAR BOGOR - Masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bogor hingga para pengusaha tambang kompak minta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membuka kembali usaha tambang di wilayah Bogor Barat.

‎Hal itu disampaikan setelah Pemkab Bogor mengumpulkan para pengusaha dan masyarakat di Pendopo Bupati, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa 13 Januari 2026.

‎Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika mengatakan bahwa aspirasi yang disampikan pengusaha maupun masyarakat mereka meminta agar usaha tambang kembali dibuka.

Baca Juga: Mohon Maaf, Pencairan Bansos PKH 2026 Bisa Ditangguhkan jika KPM Tidak Memenuhi 3 Verifikasi Komitmen Ini

‎"Tadi disampaikan bahwa nanti pak Gubernur kami ini beserta para pengusaha dan masyarakat harapannya mudah-mudahan ada pembukaan tambang kembali tentunya dengan yang lebih selektif tergantung dari Gubernur itu sendiri," ungkap Ajat.

‎Selain itu, pada pertemuan bersama pengusaha tambang dan masyarakat, Pemkab Bogor menyampaikan rencana pembangunan jalan khusus barang dan tambang.

‎Terlebih, kata dia, Pemkab Bogor telah mengalokasikan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 sebesar Rp 100 Miliar untuk pembebasan lahan.

‎"Acara dimaksudkan oleh bupati juga untuk mensosialisasikan kepada seluruh pengusaha tambang karna jalan khusus tambang ini apabila ingin cepat maka harus dilaksanakan secara kolaboratif," jelas Ajat.

Baca Juga: Cek Sekarang! Batas Akhir 15 Januari 2026: Penyebab Bansos PKH Ditangguhkan dan Solusi Saldo BPNT yang Masih Kosong

‎Dalam sosialisasi pembebasan lahan yang dilakukan Pemkab beberapa waktu lalu, kata Ajat, para pengusaha didalam surat komitmen akan berkontribusi.

Karena, jalan tambang tersebut akan melewati rute area-area tanah yang dikuasi oleh para pengusaha tambang.

‎"Tadi tergambarkan bahwa para pengusaha sangat mendukung apabila harus berkontribusi juga ada surat pernyataan nya," ujar dia.

‎Sehingga, kata Ajat, hal ini adalah aspirasi yang cukup positif. Sebab itu, Bupati Bogor pekan depan akan menyampaikan langsung kepada Gubernur Jawa Barat.

‎"Sehingga ini harapannya bahwa dengan kolaborasi seperti ini dan saling menjaga baik dari sisi kuari tambangnya ataupun dari sisi lingkungannya," imbuh dia.

Baca Juga: Sembuh Tanpa Obat, 47 Pelatih Baru Siap Menebar Ilmu Bioenergypower

‎"Kita ada itikad baik bagaimana merespon kegiatan-kegiatan yang ada di area pertambangan baik dari masyarakat pengusaha semuanya yang kemudian kita akan sampaikan aspirasi ini ke Gubernur minggu depan," ujar dia.

‎Sementara itu, Sekretaris Jenderal Badan Pimpinan Nasional Asosiasi Tambang Batuan Indonesia (ATBI) Bisma Muhammad Normansyah menambahkan bahwa pertemuan bersama Pemkab Bogor membahas terkait isu penghentian tambang sementara.

‎Terlebih, kata dia, salah satu yang mejadi persoalan karena selama ini tranportasi logistik tambang menggunakan jalan umum.

‎"Ini digagas oleh Pemerintah Kabupaten Bogor oleh Pak Bupati dan Pak wabup jalan khusus tambang bersama dengan teman-teman pemilik konsesi yang ada di Parungpanjang, Cigudeg dan Rumpin," ujar dia.

‎Oleh karena itu, kata dia, dengan kebersamaan ini, berharap Pemprov Jabar kembali membuka operasi tambang yang ada di Parungpanjang, Cigudeg dan Rumpin agar segera dioperasikan.

‎Selain itu, kata dia, para pengusaha tambang juga berkomitmen untuk partisipasi pembangunan jalan khusus tambang.

‎"Harapannya begitu jadi tadi kami bersepakat dengan Pak Bupati dan Pak Wabup bahwa ini harus segera kita realisasikan dan tambang juga harus segera beroperasi," pungkasnya.(abl)

Editor : Alpin.
#dedi mulyadi #pemkab bogor #Usaha tambang