RADAR BOGOR - Tanah longsor terjadi di sejumlah titik di wilayah Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.
Sejumlah unit rumah warga mengalami kerusakan dan sebagian warga terpaksa mengungsi.
BPBD Kabupaten Bogor mencatat, longsor terjadi setidaknya di empat titik di wilayah tersebut dalam dua hari terakhir.
"Dikarenakan dampak dari hujan dengan intensitas yang cukup lama, sehingga mengakibatkan tanah mengalami longsor di beberapa titik pemukiman rumah warga dengan ukuran longsoran bervariatif," ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, Rabu 14 Januari 2026.
Pihaknya mencatat, titik longsor pertama terjadi di Kampung Banar RT 01/08.
Satu unit rumah atas nama Nyai Rosmiati mengalami kerusakan sedanf pada bagian belakang akibar tertimpa longsoran sepanjang 15 meter dan tinggi 6 meter.
Di Kampung Cangcorang Lebak RT 01/02, satu unit rumah atas nama Asid rusak berat pada bagian belakang setelah tertimpa material longsor dengan panjang 9 meter dan tinggi 3 meter.
Lalu di Kampung Pasir Kuda RT 01/03, satu unit rumah atas nama Heli mengalami kerusakan sedang dengan keretakan imbas terkena longsor sepanjang 5 meter dan tinggi 2 meter.
Kemudian di Kampung Kebon Nanas R 02/05, satu unit rumah atas nama Rahmat mengalami kerusakan ringan setelah tertimpa longsor sepanjang 3 meter dan tinggi 1 meter.
"Ada 3 unit rumah di Kampung Banar dan 3 unit rumah lainnya di Kampjng Cangcorang Lebak terancam materiap longsor," jelas Adam.
Dari kejadian tersebut, sebanyak dua keluarga terpaksa mengungsi. Korban tanah longsor di Kampung Banar mengungsi ke rumah saudaranya di Desa Sukaraksa, Cigudeg.
Sementara korban di Kampung Cangcorang Lebak mengungsi di alamat yang sama.
Selain itu, sambung Adam, sejumlah fasilitas umum dan infrastruktur turut terdampak longsor, di antaranya Majlis Ta'lim Muttaqin dan jalan lingkungan di Kampung Banar yang mengalami amblas sepanjang 15 meter.
Pasca kejadian, titik longsor ditopang menggunakan potongan bambu untuk mengantisipasi terjadinya dampak yang lebih meluas. Namun diperlukan penanganan lebih lanjut dari instansi terkait.
"Selain disebabkan hujan, tebingan yang longsor terjadi karena kontur tanah yang labil dan kemiringan tebingan yang curam. Curah hujan yang cukup tinggi sangat beresiko terjadi longsor susulan," tukas BPBD.(cok)
Editor : Alpin.