RADAR BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan komitmennya dalam menyelesaikan persoalan akses jalan tambang di wilayah Bogor Barat.
Hal itu disampaikan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, saat bertemu perwakilan warga dari sejumlah kecamatan di wilayah barat kabupaten tersebut.
Dalam pertemuan itu, Rudy menyampaikan, pemerintah daerah membuka ruang seluas-luasnya untuk menerima masukan dari masyarakat.
Ia menegaskan, pada prinsipnya Pemkab Bogor siap bertanggung jawab penuh atas proses pembangunan, mulai dari pembebasan lahan hingga pelaksanaan konstruksi.
Namun, ia mengingatkan, jika seluruh proses ditangani pemerintah, maka waktu yang dibutuhkan akan lebih panjang.
Tahun ini fokus pada pembebasan lahan, dilanjutkan land clearing tahun depan, dan pelaksanaan pembangunan setelahnya.
Rudy juga menawarkan opsi kolaborasi.
Jika masyarakat sepakat untuk terlibat, lahan dapat segera dibebaskan dan pembangunan jalan sementara dapat langsung dimulai meski belum dibeton.
Ia menjelaskan, yang terpenting adalah adanya jalur keluar-masuk kendaraan tambang tanpa mengganggu aktivitas warga, terlebih jenis kendaraan tambang dinilai tidak harus melalui jalan permanen.
Selain itu, Pemkab Bogor tengah mengupayakan penggunaan trase eksisting sebagai jalur sementara.
Rudy memaparkan dua alternatif jalur yang sedang disiapkan.
Pertama, rute khusus truk berkapasitas 20–30 ton yang dapat melintas melalui Cigudeg–Rumpin tanpa melewati Parung Panjang.
Kedua, jalur untuk truk dua sumbu yang tetap memungkinkan melintasi Parung Panjang.
Ia menekankan, keputusan final terkait pengoperasian jalur tersebut berada di tangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Pemkab Bogor akan mengajukan kedua opsi itu sebagai solusi jangka pendek agar aktivitas tambang tetap berjalan sambil menunggu pembangunan jalan khusus tambang yang ditargetkan rampung pada 2026–2027.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebut, dengan adanya solusi sementara, roda perekonomian khususnya bagi pelaku usaha dan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor tambang dapat tetap bergerak sembari menunggu infrastruktur permanen selesai dibangun. (*)
Editor : Alpin.