RADAR BOGOR - Seorang remaja berusia 16 tahun di Kabupaten Bogor mengalami kecelakaan setelah terjatuh dari pohon pepaya dan tubuhnya tertancap besi cakar ayam pondasi bangunan rumah.
Nyawa korban berhasil diselamatkan setelah menjalani operasi selama hampir lima jam.
Korban diketahui bernama Muhamad Firgiawan Maulana (16), pelajar kelas X, warga Kampung Prayoga, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Minggu malam.
Menurut keterangan keluarga, kejadian bermula saat korban pulang mengaji.
Ia kemudian diajak empat orang temannya untuk membeli seblak di sekitar lokasi.
Di samping rumah penjual seblak tersebut terdapat pohon pepaya yang buahnya sudah matang. Korban pun berinisiatif memanjat pohon tersebut.
“Ponakan saya pulang ngaji, terus disamper teman-temannya. Mereka jajan seblak, lalu melihat pohon pepaya yang sudah matang. Akhirnya ponakan saya yang memanjat,” ujar Burhanudin, paman korban, kepada Radar Bogor, Rabu 14 Januari 2026.
Diduga akibat kondisi licin usai hujan, korban terpeleset dan terjatuh dari pohon pepaya dengan ketinggian sekitar tiga meter.
Tepat di bawah pohon terdapat pondasi bangunan rumah yang belum selesai, dengan besi cakar ayam mencuat ke atas.
“Sepertinya licin karena sore harinya habis hujan. Saat jatuh, langsung tertusuk besi pondasi rumah,” tambahnya.
Besi tersebut menembus tubuh korban dan menyebabkan luka serius.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian langsung memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban dengan cara memotong besi menggunakan alat khusus.
“Evakuasi sekitar setengah jam. Kami harus mencari alat pemotong besi terlebih dahulu karena tidak semua warga memilikinya. Alhamdulillah ada tetangga yang pekerja bangunan,” jelasnya.
Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan awal.
Namun, karena keterbatasan fasilitas dan perlunya penanganan khusus, korban kemudian dirujuk ke RSUD RH Satibi Cileungsi.
Direktur RSUD RH Satibi Cileungsi, dr. Kusnadi, menjelaskan bahwa korban tiba di rumah sakit tersebut pada Minggu sore.
Selanjutnya, pada Selasa siang, korban menjalani operasi besar yang melibatkan empat dokter spesialis, yakni dokter bedah toraks, bedah digestif, bedah umum, serta dokter anestesi.
Ia menambahkan, setelah dilakukan pemeriksaan lengkap seperti rontgen, CT scan, dan pemeriksaan laboratorium, tim medis memutuskan operasi sebagai langkah penyelamatan.
“Operasinya berlangsung hampir lima jam. Alhamdulillah besi berhasil diangkat dan kondisi pasien saat ini stabil serta sudah sadar, meski belum bisa diajak berkomunikasi secara penuh karena masih dalam masa pemulihan,” ungkapnya.
Menurut dr. Kusnadi, hanya sebagian kecil usus yang terdampak, sementara organ vital lainnya seperti paru-paru dan hati tidak mengalami kerusakan serius.
Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD RH Satibi Cileungsi untuk pemulihan pascaoperasi.(cr1)
Editor : Alpin.