Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Perempuan Asal Bekasi Histeris di Flyover Cileungsi Gagal Loncat, Polisi Ungkap Motifnya Dipicu Masalah Keluarga dan Ekonomi

Muhammad Ali • Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:09 WIB
Polsek Cileungsi saat menggagalkan percobaan butuh diri di Flyover Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Polsek Cileungsi saat menggagalkan percobaan butuh diri di Flyover Cileungsi, Kabupaten Bogor.

RADAR BOGOR – Aksi percobaan bunuh diri seorang perempuan berhasil digagalkan anggota Polsek Cileungsi, Polres Bogor.

Kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan dari seorang pengemudi ojek online (ojol) terkait keberadaan seorang perempuan yang tampak linglung dan bolak-balik di atas Flyover Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jumat 16 Januari 2026 malam.

Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, menjelaskan peristiwa itu bermula sekitar pukul 22.00 WIB.

Seorang driver ojol datang ke Mapolsek Cileungsi dan melaporkan adanya seorang perempuan pejalan kaki di atas flyover yang mencurigakan.

“Pejalan kaki tidak semestinya berada di atas flyover pada malam hari. Biasanya hanya petugas kebersihan itu pun pagi atau subuh, karena itu anggota patroli langsung ke lokasi,” ujarnya kepada Radar Bogor, Sabtu 17 Januari 2026.

Setibanya di lokasi, kata Edison, tepatnya di jalur arah Jakarta sisi kiri dari arah Jonggol, Polsek Cileungsi mendapati seorang perempuan membawa tas warna abu-abu dalam kondisi menangis histeris.

Saat didekati, perempuan tersebut diduga hendak melompat dari flyover.

“Anggota langsung membujuk dan mengajak ngobrol. Kurang lebih hampir setengah jam dilakukan pendekatan karena yang bersangkutan sempat berusaha loncat,” jelasnya.

Ia mengatakan, setelah berhasil ditenangkan, perempuan tersebut bersedia dibawa ke Mapolsek Cileungsi.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui perempuan itu keluar rumah sejak pukul 16.00 WIB dari Kampung Cisaat, Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 16 kilometer menuju Flyover Cileungsi.

“Dia tidak membawa uang, belum makan, hanya membawa pakaian di dalam tas. Selama perjalanan sempat beberapa kali berhenti karena berniat mengakhiri hidupnya,” ungkapnya.

Menurutnya perempuan tersebut mengaku nekat pergi karena mengalami permasalahan keluarga dan tekanan ekonomi.

Ia merasa tidak dihargai di rumah setelah cekcok dengan suami dan keluarganya, bahkan disebut tidak berguna.

Diketahui, suaminya bekerja sebagai office boy (OB) di salah satu instansi pemadam kebakaran di Jakarta.

Polisi sempat membujuk agar perempuan itu pulang, namun menolak dan memilih untuk tetap berada di Mapolsek Cileungsi.

Polsek Cileungsi kemudian memberikan makan dan minum serta melakukan pendekatan secara persuasif hingga kondisi psikologisnya berangsur membaik.

“Setelah tenang, kami tawarkan untuk diantar ke rumah atau ke Polsek Setu sebagai wilayah domisili, tapi dia tetap ingin dari Polsek Cileungsi,” bebernya.

Akhirnya, Polsek Cileungsi mengantarkan perempuan tersebut pulang dan mempertemukannya dengan sang suami.

Polsek Cileungsi juga memberikan sedikit uang serta bekal berupa susu kemasan dan pisang untuk anak-anaknya.

“Alhamdulillah diterima dengan baik oleh suaminya. Mereka saling memahami dan berjanji tidak akan mengulangi kejadian serupa. Suami juga berjanji tidak akan mengucapkan kata-kata yang tidak pantas lagi,” pungkasnya.(cr1)

Editor : Alpin.
#Flyover Cileungsi #Polsek Cileungsi #kabupaten bogor