Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Insiden Asap di Area Tambang Emas Antam Pongkor Bogor, Warga Sebut Ada 6 Orang Belum Dievakuasi

Septi Nulawam Harahap • Sabtu, 17 Januari 2026 | 17:41 WIB
Asap saat muncul di lokasi penambangan emas PT Antam Pongkor, Kecamatan Nanggung belum lama ini.
Asap saat muncul di lokasi penambangan emas PT Antam Pongkor, Kecamatan Nanggung belum lama ini.

RADAR BOGOR - Kabar mengenai adanya korban dalam insiden asap yang mengandung karbon monoksida (CO) di area tambang PT Antam Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor mulai terkuak.

Sejumlah pengakuan muncul terkait adanya korban meninggal dunia yang merupakan warga Penambang Emas Tanpa Izin (PETI).

Sebagaimana yang disampaikan warga kepada Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Doni Maradona Hutabarat saat mengunjungi wilayah Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Kepada Doni, warga menyebut ada sebanyak 6 orang masih terjebak dalam lubang tambang sejak insiden munculnya asap pada Selasa, 13 Januari 2026 lalu.

"Warga menyampaikan ada satu kelompok sejumlah 11 orang yang melakukan aktivitas penambangan di lubang, saat asap muncul yang 5 posisinya sedang bekerja dan 6 sedang istirahat," ungkapnya kepada Radar Bogor.

Lalu, kelima orang yang masih terjaga mencoba menyelamatkan keenam orang lainnya, tetapi sudah tidak merespons.

Kelima orang tersebut lantas langsung menyelamatkan diri dengan keluar dari lubang lantaran telah mengalami sesak nafas.

Warga yang selamat kemudian meminta bantuan agar orang-orang yang masih terjebak di dalam lubang segera dievakuasi.

"Kita bersama tim dari Antam langsung ke lokasi 6 warga yang tertinggal untuk melakukan evakuasi, tetapi karena kondisi asap dan gas CO2 masih tinggi, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan evakuasi," beber Doni.

Tidak sampai di situ, sambung Doni, tim tersebut juga telah mencoba menuju ke titik lokasi keenam orang yang terjebak menggunakan tabung oksigen.

Namun upaya ini juga terhambat oleh besi teralis dan dinding sempit yang hanya bisa dilalui satu badan sehingga tim tidak bisa melanjutkan evakuasi.

Hingga saat ini, Antam bersama aparat kepolisian masih melalukan penyelidikan lebih jauh terhadap insiden tersebut.

Menurut Doni, kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak, khususnya bagi pihak perusahaan dan juga pemerintah daerah dalam menyampaikan informasi kepada publik.

"Pemerintah dan Antam tidak boleh memberikan pernyataan di awal bahwa tidak ada korban tanpa melakukan investigasi terlebih dahulu, korban kan tidak harus karyawan, bisa juga warga masyarakat," tukasnya.(cok)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #antam #asap