RADAR BOGOR - Polsek Nanggung menerima laporan terkait bertambahnya korban dalam insiden asap dalam lubang tambang emas kawasan PT ANTAM Tbk UBPE Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.
Setelah tiga korban meninggal dunia berhasil dievakuasi, kini dikabarkan adanya dua korban lain yang masih terjebak di dalam lubang galian emas milik PT Antam Pongkor.
"Ada dua korban lagi yang di desa kami yaitu Desa Malasari," ungkap Kapolsek Nanggung AKP Ucup Supriatna kepada Radar Bogor, Senin 19 Januari 2026.
Saat ini, tim gabungan termasuk pihak PT Antam terus berkoordinasi untuk berupaya mengevakuasi para korban.
Menurut Ucup, proses evakuasi cukup terkendala kondisi medan lubang tempat para korban berada.
Belum lagi kepulan asap yang masih diambang batas sehingga berbahaya untuk ditembus.
"Sebenarnya kami belum bisa tembus ke sana karena yang dijelaskan tadi dari pihak Antam susah untuk menembus ke sana," katanya.
Pihaknya sendiri telah mendirikan Posko Siaga di depan Mako Polsek Nanggung, Kabpaten Bogor.
Posko itu diperuntukan bagi warga yang hendak melaporkan terkait adanya korban dalam insiden asap berbahaya dalam lumbang tambang emas pada Selasa, 13 Januari 2026 lalu.
"Sampai saat ini yang beredar informasi di masyarakat luas banyak korban, namun sampai saat ini kita membuka ruang terbuka dengan masyarakat. Kita buatkan posko ini dengan harapan masyarakat sadar ataupun mereka yang merasa kehilangan keluarganya," tandas Kapolsek Nanggung.(cok)
Editor : Alpin.