RADAR BOGOR – Insiden sepeda motor tercebur ke aliran Kali Metland di Jalan Gandaria, Perumahan Metland Transyogi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, kembali terjadi dan bahkan berlangsung berulang dalam waktu berdekatan.
Dalam dua hari berturut-turut, Sabtu 17 Januari 2026 dan Minggu 18 Januari 2026, tercatat dua kejadian serupa di lokasi yang sama.
Camat Cileungsi, Drs. Adi Henryana, mengatakan peristiwa tersebut menjadi perhatian serius pihak kecamatan lantaran sering terjadi meski kondisi jalan dinilai relatif baik.
Menurutnya, secara fisik kondisi jalan di lokasi tersebut tergolong layak dan tidak menunjukkan kerusakan yang dapat langsung memicu kecelakaan.
“Kalau kita melihat kondisi jalan, relatif bagus, rata, dan di situ juga ada beberapa polisi tidur. Seharusnya tidak sampai terjadi kecelakaan,” jelasnya kepada Radar Bogor, Senin 19 Januari 2026.
Adi menduga, penyebab insiden bisa berasal dari faktor teknis kendaraan maupun kurangnya kewaspadaan pengendara.
“Mungkin ada permasalahan pada motor, seperti rem, kopling, atau komponen lainnya, sehingga kendaraan menjadi oleng, ditambah faktor kehati-hatian pengendara,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan pihak keamanan Perumahan Metland untuk meningkatkan pengawasan.
“Kami berkoordinasi dengan security Metland karena mereka rutin melakukan patroli dari pagi sampai malam,” ungkapnya.
Meski demikian, Adi mengakui sejumlah kejadian di lokasi tersebut sulit dijelaskan secara logis dan kerap terjadi tanpa sebab yang jelas.
“Kejadian di situ memang sering terjadi dan jujur di luar nalar. Bahkan staf kami sendiri pernah mengalami kejadian serupa meski tidak sampai tercebur ke kali,” tuturnya.
Ia menambahkan, salah satu staf kecamatan bahkan harus mendapatkan penanganan medis usai mengalami kecelakaan di lokasi tersebut.
“Staf saya sampai dibawa ke rumah sakit. Dia bilang tiba-tiba gelap dan tidak tahu apa-apa, lalu jatuh. Hal-hal seperti ini yang membuat kami juga bingung,” ujarnya.
Terkait upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, Adi menyebut pihak kecamatan akan berkoordinasi dengan pihak pengembang kawasan.
“Untuk antisipasi ke depan, kami akan komunikasikan dengan pihak developer Metland, apakah memungkinkan dipasang pembatas atau pagar pengaman di sekitar kali,” pungkasnya.(cr1)
Editor : Alpin.