RADAR BOGOR - Ketua RT 11/04 Perumahan IndraKila Tajurhalang, Andri Setyawan membagikan kisah keseharian Dwi Murdiono warga Perumahan IndraKila yang menjadi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Sulawesi Selatan.
Dwi Murdiono merupakan ayah dari ketiga anak dan memiliki istri bernama Sinta Jayanti yang saat ini tinggal di Perumahan IndraKila, Desa Sasak Panjang, Tajurhalang, Kabupaten Bogor.
Ketua RT Andri bercerita, Dwi Murdiono merupakan seseorang yang dikenal memiliki tanggungjawab terhadap keluarganya.
Di lingkungan, kata Andri, dia juga sangat berperan aktif selalu ikut andil dalam kegiatan baik kerjabakti, olahraga, dan kegiatan ronda.
Baca Juga: Kasus Guru Honorer Mencukur Siswa yang Jadi Tersangka Dipastikan Dihentikan, Jaksa Agung Bilang Begini
"Pak Dwi Murdiono beliau dari segi keluarga beliau sangat baik kepada istri, dari kemasyarakatan juga beliau aktif selalu ikut andil dalam kegiatan kerja bakti, olahraga, kemudian ronda sering hadir," ujar Andri kepada Radar Bogor, Selasa 20 Januari 2026.
Bahkan, selain memiliki kepribadian yang aktif, kata dia, Dwi merupakan warga yang sangat banyak memberikan kontribusi untuk lingkungan Perumahan.
"Beliau ini memang banyak hal yang diberikan kepada lingkungan karna Dwi sempat aktif dibeberapa kepengurusan perumahan ini," jelas dia.
Baca Juga: Lewat LinkUMKM BRI, Usaha Camilan Berbasis Resep Keluarga Ini Berhasil Naik Kelas
Dengan musibah yang menimpa Dwi, Andri mengaku dirinya baik lingkungan merasa kehilangan sosok pria yang telah banyak memberikan kontribusi itu.
"Maka saya rasa kalo memang beliau belum bisa bergabung kami sangat kehilangan," ujar dia.
Seluruh warga Perumahan IndraKila berharap, Dwi Murdiono bisa kembali dengan keluarga yang telah menanti kepulangan.
"Jadi harapan kami sebagai lingkungan beliau bisa kembali dengan keluarga kalo ada keajaiban ya juga dari keluarga mungkin yang pasti kita berharap yang terbaik untuk beliau," tutupnya.(abl)