RADAR BOGOR - Dwi Murdiono (39) pria asal Tajurhalang, Kabupaten Bogor, yang menjadi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 memiliki pribadi yang tegas, ramah, dan sering menolong.
Hal itu disampaikan, tetangga sekaligus kerabat dekat sang istri korban, Dewi Hu (64). Dewi menyampaikan, Dwi Murdiono merupakan orang yang irit bicara.
"Orangnya ga banyak ngomong, cuman banyak bantu. Kalem," ujar Dewi kepada Radar Bogor, Selasa 20 Januari 2026.
Baca Juga: Lama Tak Keluar dari Kamar Mandi Alun-Alun Kota Bogor, Lansia Asal Jakarta Ditemukan Meninggal Dunia
Meski dikenal pendiam, kata Dewi, Dwi Murdiono orang yang gampang akrab kepada masyarakat sekitar. Terlebih, dia juga sering membantu warga sekitar tanpa mengenal lelah.
"Orangnya friendly pendiam, tapinya gampang. Jadi kalo ada apa-apa kadang-kadang kita nyarinya Bu Sinta, Mas Dwi adaga, gitu. Sosial livenya bagus," jelas dia.
"Dari tetangga juga semua dekat karna orangnya humble terus mau nolong kadang-kadang dia lagi sibuk cape ya nolong-nolong. Jadi kaya sodara," lanjut dia.
Namun dibalik pendiamnya sosok Dwi, memiliki sikap yang tegas kepada anak-anak apabila bermain berlebihan. "Cuman kalo marahin anak-anak tegas," tutur dia.
Baca Juga: Bisa Tampung Seribu Siswa, Sekolah Rakyat di Kota Bogor Ditargetkan Beroperasi Juli 2027
Dewi Hu mengaku, setelah mendapati kabar bahwa Dwi menjadi salah satu korban pesawat jatuh, dirinya maupun tetangga sekitar merasa kehilangan sosok Dwi.
"Jadi sebenarnya kehilangan banget sih. Mudah-mudahan kita pengen dapat berita yang bagus," ungkapnya.
Semua Tetangga berharap, kata Dewi, mendapati kabar baik tentang Dwi dari Tim Sar yang saat ini masih melakukan pencarian.
"Harapannya kita pengen yang terbaik, insya allah ada kabar baik gitu. Mudah-mudahan ada Mukjizat Insya Allah," pungkasnya. (abl)