RADAR BOGOR - Pencarian korban terjebak dalam galian tambang di kawasan PT Antam UBPE Pongkor, Nanggung, Kabupaten Bogor dihentikan.
Meski personil rescue Basarnas telah terlibat dalam upaya pencarian korban asap galian tambang di kawasan Antam, belum ditemukan keberadaan korban lainnya.
Kapolsek Nanggung AKP Ucup Supriatna mengatakan, tim gabungan memutuskan untuk menghentikan operasi pencarian korban asap galian tambang di kawasan Antam, setelah disepakati dengan pihak keluarga.
"Hasil pencarian bersama tim Basarnas dan Tim ERG Antam, tidak ditemukan korban yang informasinya diduga masih ada tiga orang," ungkapnya kepada Radar Bogor, Rabu 21 Januari 2026.
Rapat evaluasi pun digelar dengan menghadirkan perwakilan keluarga korban. Dalam rapat itu, pihak keluarga menerima hasil pencarian dan menandatangani surat kesepakatan penghentian operasi pencarian.
"Keputusan Basarnas kemarin, untuk sementara dihentikan, dan tadi malam pihak keluarga sudah menandatangani surat kesepakatan dan dibawa oleh Ttim SAR ke Jakarta untuk administrasi," jelas AKP Ucup.
Meski begitu, Polsek Nanggung tetap membuka ruang gerak ataupun informasi dari masyarakat jika di kemudian hari ditemukan keberadaan korban.
Menurut AKP Ucup, total korban yang tercatat dalam insiden munculnya asap dalam galian tambang emas kawasan Antam Pongkor sebanyak 5 orang dan 3 orang yang belum ditemukan.
"Ketiga korban yang ditemukan dalam keadaan meninggal seluruhnya merupakan warga Desa Urug, Sukajaya," ujarnya.
"Dan kami mendapat informasi bahwa ada dua korban warga Desa Malasari, Nanggung yang telah dimakamkan. Namun dari pihak keluarga enggan melaporkan dan tidak mau dimintai keterangan," jelasnya.
Sementara tiga korban yang belum ditemukan juga merupakan warga Desa Urug, Sukajaya bernama Akim, Aji, dan Adam.
Untuk diinformasikan, personil rescue Basarnas melalui Kantor SAR Jakarta dan BSG menindaklanjuti laporan masyarakat terkait terjebaknya sejumlah penambang di kawasan PT Antam UBPE Pongkor, Nanggung, Kabupaten Bogor.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa 13 Januari 2026 dini hari, setelah adanya kemunculan asap dari dalam area galian tambang tersebut.
Berdasarkan keterangan sejumlah penambang yang berhasil keluar dari lokasi kejadian, diperkirakan masih terdapat beberapa penambang lokal yang berada di dalam galian dan membutuhkan pertolongan SAR.
Pada Selasa 20 Januari 2026, upaya pencarian dilakukan dengan membagi Tim SAR menjadi dua kelompok, yakni tim pencarian di lokasi kejadian dan tim siaga yang bertugas sebagai evakuasi dan medis.
Namun hingga Rabu 21 Januari 2026, ketiga korban yang diduga masih berada di dalam galian tambang belum juga ditemukan. (cok)
Editor : Yosep Awaludin