RADAR BOGOR - Pengamat Kebijakan Publik Visi Nusantara (Vinus) Maju, Yusfitriadi memberikan pandangan kepemimpinan Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi selama menjabat satu tahun memimpin Kabupaten Bogor.
Yusfitriadi mengakui dirinya baru kali ini menemukan Bupati dan Wakil Bupati yang cepat dalam menangani segala permasalahan yang terjadi di Kabupaten Bogor.
"Dia langsung turun ke lapangan langsung bereskan. Tidak boleh kemudian melihat berbagai macam keluhan masyarakat. Dia datang dia langsung bereskan, sehingga saya ngomongnya bahwa Bupati dan Wakil Bupati periode ini setahun ini satset. Begitu cepat respon dari Bupati dan Wakil Bupati," ujarnya kepada Radar Bogor, Rabu 21 Januari 2026.
Yus menyampaikan hal itu tidak terbantahkan oleh dirinya sebagai Pengamat kebijakan publik.
"Bagaimana awal mula yang dilantik pertama kali dibenahi adalah jalan Malasari, itu merupakan ujung barat perbatasan Sukabumi yang selama ini tidak pernah tersentuh. Bahkan mungkin masyarakat baru tahu kalo Kantor Bupati pertama di Bogor ada di Malasari," terang dia.
Lalu, kata dia, pembangunan terkait dua wilayah pusat Ibu kota baru, Bogor Barat dan Bogor Timur.
"Saya mungkin sudah banyak nulis di media terkait dengan baru pada periode ini menemukan indikator menuju pemekaran. Tapi dengan kepemimpinan Bapak Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi memperjelas disinilah tempat titik pusat pemerintahan," papar dia.
Baca Juga: Arah Baru Transformasi Diapresiasi Global, The Banker Nobatkan BRI Sebagai Bank of The Year 2025
Bahkan, kata dia, keseriusan Pemkab Bogor untuk membangun pusat ibu kota baru ini, terlihat setelah Pemerintah menggelontorkan Rp 300 miliar tahun ini untuk pembangunan Bogor Barat dan Bogor Timur.
Lebih lanjut, kata pengamat Yusfitriadi, kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati dalam kordinasi dengan ASN sangat full power.
"Saya merasakan langsung. Artinya dia bisa memisahkan kalo siang untuk kerja, jangan rapat mulu mari kita mulai rapatnya setelah magrib," tutur dia.
Selanjutnya, kata dia, terhadap penguatan budaya yang ada di Bumi Tegar Beriman.
Kata dia, Bupati Bogor konsen menata fasilitas yang didalamnya terdapat unsur kebudayaan.
Baca Juga: Akhirnya SP2D Terbit, Simak Kabar Terbaru Progres Pencairan PKH BPNT Tahap 1 2026, Bantuan Beras 40 Kg, Cek Selengkapnya
"Kalo kita ke kantor Bupati dan Dinas itu semuanya penuh dengan pahlawan yang terkadang kita ga tau siapa pahlawan, tapi diingatkan oleh Bupati Bogor dengan dipasang foto besar-besar. Bahkan aula dinamakan pahlawan seterusnya, jalan-jalan namakan pahlawan," imbuh dia.
Selanjutnya, optimalisasi penataan di wilayah Cibinong Raya dengan berbagai program dan perbaikan.
"Kemudian optimalisasi dalam lingkar Cibinong. Itu yang namanya Car Free Day. Ya kan ga pernah ada baru kali ini, bahkan melaksanakan Car Free Night, itu dulu yang dulu namanya Citeureup kumuh, kandang roda kumuh sekarang sudah kinclong ini mukanya pusat Pemkab Bogor," ungkapnya.
Baca Juga: Masih Terlilit Utang Rp70 Miliar, RSUD Kota Bogor Baru Bisa Melunasinya Dua Tahun
Terakhir, kata dia, perspektif Yus tentang partisipasi publik yang luar biasa. Ketika Pemkab Bogor membuat kebijakan selalu melibatkan akademisi dan kelompok masyarakat.
"Bagaimana ketika Bappedalitbang ingin mengeluarkan sebuah kebijakan, kajian ini diserahkan ke Kampus. Beberapa kampus juga diundang untuk mengkaji program-program terkait dengan RPJMD dan seterusnya. Bahkan kelompok masyarakat sipil itu juga menjadi sasaran bagi Bupati dan Wakil Bupati untuk diminta sasarannya, dan saya menyaksikan langsung dalam konteks itu," ungkapnya.
Dengan kinerja yang telah dilakukan Bupati dan Wakil Bupati Bogor, kata dia, sebagai pengamat mengapresiasi kinerja Pemerintah Daerah saat ini
"Saya apresiasi dan salur terhadap kepemimpinan Bapak Rudy Susmanto dengan pak Ade Ruhandi," pungkasnya.(abl)