RADAR BOGOR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas insiden di kawasan tambang emas Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menegaskan pihaknya menaruh perhatian serius pada pengusutan penyebab insiden, termasuk dugaan munculnya asap beracun di dalam lubang tambang yang menewaskan beberapa penambang emas.
“Kami belum mendapatkan laporan resmi dari kepolisian, itu ketika memang ada kesalahan prosedur kita minta kepada penegak kukum untuk mengusut supaya hal-hal seperti itu tidak terjadi lagi,” tegasnya kepada Radar Bogor, Rabu 21 Januari 2026.
Sastra juga menanggapi perbedaan data jumlah korban jiwa yang beredar di publik.
Ia menyebut, berdasarkan keterangan kepolisian jumlah korban disebutkan lima orang, sementara menurut pernyataan Gubernur Jawa Barat jumlah korban mencapai sembilan orang.
“Makanya besok ada rencana Pak Kapolda ke sana, besok kita pastikan berapa sih korban jiwa yang ada di Pongkor sana,” pungkasnya.
DPRD Kabupaten Bogor berharap hasil investigasi yang dilakukan aparat penegak hukum dapat memberikan kepastian hukum dan menjadi bahan evaluasi bersama, baik bagi pemerintah daerah maupun masyarakat, guna mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa mendatang.(cr1)
Editor : Alpin.