RADAR BOGOR - Imbas tingginya harga, pedagang daging sapi di sejumlah pasar memutuskan untuk mogok berjualan beberapa hari ini.
Seperti pedagang daging sapi di Pasar Parung Panjang, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, kios-kios daging tampak tutup.
Pedagang daging sapi di Pasar Parung Panjang berencana mogok berjualan sampai harga daging cenderung stabil.
Haji Aseh, salah seorang pedagang daging di Pasar Parungpanjang mengaku kehilangan pembeli setelah harga daging melambung tinggi.
"Kita mogok dagang karena harga pembelian kita dari penjagal melebihi harga penjualan, kita kan masyarakat kecil, kalau seandainya harga daging terlalu mahal, itu tidak akan ada yang beli," ujarnya kepada Radar Bogor, Kamis 22 Januari 2025.
Saat ini, kata dia, harga daging sapi menaik di kisaran Rp 140 - 150 ribu. Harga itu menurutnya terlalu mahal untuk dibeli masyarakat.
"Bagaimana kalo mau lebaran nanti, mungkin harganya bisa lebih mahal dari itu," keluh Aseh.
Lebih jauh ia menilai, pemerintah belum bisa mendorong stabilnya harga sapi yang notabene merupakan sapi impor dari Australia. Sementara sapi-sapi lokal juga tidak bisa mencukup kebutuhan dan permintaan masyarakat Indonesia.
"Makanya kita meminta pemerintah untuk menstabilkan harga, supaya konsumen, pembeli daging sapi terjangkau untuk membeli," harapnya.
Rencananya, aksi mogok berjualan akan dilakukan hingga adanya solusi dari pemerintah terkait melonjaknya harga daging sapi.
Selain di Pasar Parungpanjang, sejumlah pedagang daging di sejumlah pasar seperti Pasar Parung dan Pasar Cicangkal, Rumpin juga dikabarkan mogok berjualan.(cok)
Editor : Alpin.