RADAR BOGOR – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menanggapi janji penyaluran bantuan sosial (bansos) atau kompensasi bagi warga yang terdampak penutupan aktivitas pertambangan di wilayah Bogor Barat.
Sastra menyebut, hingga kini DPRD Kabupaten Bogor masih menunggu kepastian waktu serta mekanisme penyaluran bantuan tersebut dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.
Ia mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, Gubernur Jawa Barat telah menjalin komunikasi dengan Bupati Bogor terkait rencana penyaluran kompensasi bagi masyarakat terdampak.
“Tanggal dan waktunya saya juga belum tahu, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera diselesaikan kepada masyarakat kita,” ujar Sastra kepada Radar Bogor, Kamis 22 Januari 2026.
Sastra menjelaskan, bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga yang terdampak langsung oleh kebijakan penutupan sementara aktivitas pertambangan.
Namun, hingga saat ini jumlah penerima manfaat masih bersifat sementara dan belum final.
“Informasinya kan ada sekitar 15 ribu penerima manfaat, tapi Pak Gubernur juga belum tahu, mungkin masih harus diverifikasi lagi,” katanya.
Menurut Sastra, proses verifikasi data penerima bansos sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Oleh karena itu, DPRD Kabupaten Bogor belum dapat memastikan kapan bantuan tersebut akan direalisasikan.
“Karena memang ini kewenangan Pak Gubernur dan kewenangan ada di provinsi, tentu kita akan menunggu informasi lebih lanjut,” jelasnya.
Meski demikian, Sastra menegaskan DPRD Kabupaten Bogor akan terus mengawal dan memantau proses penyaluran kompensasi agar bantuan tersebut tepat sasaran dan benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.(cr1)
Editor : Alpin.