RADAR BOGOR – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Bogor kembali menyebabkan kerusakan bangunan sekolah. Kali ini, atap SMAN 2 Gunung Putri, ambruk.
Ambruknya atap SMAN 2 Gunung Putri itu terjadi sekitar pukul 04.30 WIB pada Jumat 23 Januari 2026. Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Insiden ambruknya atap SMAN 2 Gunung Putri ini menambah daftar bangunan sekolah yang mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem.
Sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi di SMKN 1 Cileungsi dan SMKN 1 Gunung Putri, di mana atap bangunan sekolah ambruk akibat hujan deras disertai angin kencang.
Waka Humas SMAN 2 Gunung Putri, Arifin, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi setelah hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah Gunung Putri sejak malam hari.
“Kemungkinan baja ringan tidak kuat menopang genteng yang bebannya lumayan,” ujarnya kepada Radar Bogor, Jumat 23 Januari 2026.
Ia menambahkan, bangunan sekolah yang terdampak merupakan gedung yang dibangun pada 2016. Tercatat, tiga ruang kelas yang berada di lantai dua gedung tersebut ambruk.
Arifin memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena kejadian berlangsung sebelum aktivitas belajar mengajar dimulai.
Pasca kejadian, pihak SMAN 2 Gunung Putri pun mengambil kebijakan untuk memulangkan para siswa.
“Siswa kelas 10 dan 11 sudah dipulangkan ke rumah. Untuk kelas 12 masih ada kegiatan sebentar, setelah itu baru dipulangkan,” tuturnya.
Ia berharap adanya perhatian dan langkah cepat dari pemerintah daerah maupun dinas terkait untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi gedung sekolah, baik di lantai satu maupun lantai dua.
“Kami mohon bantuan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk segera mengatasinya,” pungkasnya. (cr1)
Editor : Yosep Awaludin