Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Musibah Atap Ambruk Ketiga di Wilayah KCD 1 Jabar, Sebelas Ruang Kelas SMAN 2 Gunung Putri Bogor Dikosongkan

Muhammad Ali • Jumat, 23 Januari 2026 | 20:00 WIB
Kepala KCD Pendidikan Wilayah I Provinsi Jawa Barat, Cucu Salman menganggapi soal kasus pemungutan di sekolah.
Kepala KCD Pendidikan Wilayah I Provinsi Jawa Barat, Cucu Salman menganggapi soal kasus pemungutan di sekolah.

RADAR BOGOR – Ambruknya bangunan di SMAN 2 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jumat 23 Januari 2026, menjadi musibah ketiga yang terjadi di wilayah kerja Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah 1 Jawa Barat.

Kepala KCD Wilayah 1 Jawa Barat, Cucu Salman, menyampaikan ambruknya bangunan di SMAN 2 Gunung Putri terjadi pada dini hari sehingga dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban cedera.

“Alhamdulillah sampai saat ini sudah aman terkendali,” ujarnya kepada Radar Bogor, Jumat 23 Januari 2026.

Terkait usia bangunan, Cucu menjelaskan bahwa gedung SMA Negeri 2 Gunung Putri dibangun dalam dua periode.

Pada tahap pertama, bangunan berbentuk letter U dibangun pada 2014–2015 dan saat itu masih berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Bogor sebelum alih kelola ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Jadi lantai dua untuk tiga bangunan ini, kemudian kanan kiri letter U lantai duanya, dan yang di sebelah sana itu bersama-sama di tahun 2016,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan tersebut dilakukan sebelum alih kelola pendidikan SMA dan SMK ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sementara itu, terkait penyedia jasa atau kontraktor pembangunan, pihaknya mengaku belum mengetahui secara pasti.

Menanggapi rentetan kejadian ambruknya bangunan sekolah di wilayahnya, Cucu menyebut evaluasi terus dilakukan secara berjenjang.

“Evaluasi setiap kegiatan ada, bahkan langsung dengan Pak Gubernur Jawa Barat diarahkan kepada Kadisdik, dan hari ini pun kami sudah dapat arahan,” katanya.

Ia mengatakan, pada prinsipnya kegiatan pembelajaran harus tetap berlangsung.

Namun, untuk menetralkan kondisi psikologis dan memastikan keamanan, sementara waktu siswa diarahkan untuk melaksanakan pembelajaran dari rumah secara daring.

Menurutnya, dampak kerusakan tidak hanya pada tiga ruang kelas yang langsung terdampak ambruk.

Ruangan lain yang berada pada satu kesatuan pembangunan juga dinilai berpotensi mengalami kejadian serupa.

“Maka kurang lebih ada sebelas ruang kelas yang tidak akan digunakan terlebih dahulu. Nah, karena itu akan berakibat kepada anak tidak punya ruangan belajar,” ungkapnya.

Atas dasar tersebut, KCD Wilayah 1 Jawa Barat mendapat arahan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk menerapkan pembelajaran daring sementara waktu.

Ke depan, skema pembelajaran dapat dikombinasikan antara daring dan luring, atau bahkan menerapkan sistem dua sif, pagi dan sore, menyesuaikan dengan kondisi dan kesiapan sekolah.

Ia mengakui bahwa pembelajaran daring dalam jangka panjang memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam pengawasan proses belajar dan pembentukan etika siswa.

Karena itu, berbagai opsi tengah dipertimbangkan agar tujuan pembelajaran tetap tercapai.

“Mungkin saja ke depan, karena sebelas kelas ini di lantai dua dimungkinkan tidak akan dipakai lagi untuk pembelajaran sampai dengan adanya pembangunan berikutnya rehabilitasi total,” katanya.

Cucu menambahkan, saat ini fokus utama adalah memastikan keselamatan warga sekolah sekaligus menyiapkan pola pembelajaran terbaik sembari menunggu proses rehabilitasi bangunan secara menyeluruh.(cr1)

Editor : Alpin.
#SMAN 2 Gunung Putri #atap sekolah ambruk #Kcd jawa barat