Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Atap SMA Negeri 2 Gunung Putri Bogor Ambruk, KCD Jabar Ajukan BTT untuk Rehabilitasi Ruang Kelas

Muhammad Ali • Jumat, 23 Januari 2026 | 20:27 WIB
Kepala KCD Pendidikan Wilayah 1 Jawa Barat, Cucu Salman saat dimintai keterangan oleh Radar Bogor, Jumat 23 Januari 2026.
Kepala KCD Pendidikan Wilayah 1 Jawa Barat, Cucu Salman saat dimintai keterangan oleh Radar Bogor, Jumat 23 Januari 2026.

RADAR BOGOR – Ambruknya atap gedung dua lantai di SMAN 2 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, mendapat perhatian serius dari Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah I Jawa Barat, Jumat 23 Januari 2026.

Pihak KCD langsung berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk melakukan evaluasi serta menyiapkan langkah penanganan lanjutan pascakejadian tersebut.

Kepala KCD Wilayah I Jawa Barat, Cucu Salman, mengatakan bahwa pihaknya segera menggelar rapat koordinasi secara daring dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat sesaat setelah kejadian.

“Beliau mengarahkan pertama untuk sekolah yang musibah sekarang untuk mengambil langkah-langkah tetap mengamankan pembelajaran, kemudian segera mengajukan nota dinas berkaitan dengan kronologis kejadian,” jelasnya kepada Radar Bogor, Jumat 23 Januari 2026.

Cucu mengungkapkan, KCD bersama pihak sekolah juga telah mengirimkan laporan permohonan Belanja Tak Terduga (BTT) bantuan tanggap darurat guna mempercepat rehabilitasi ruang-ruang terdampak, termasuk ruangan lain yang dibangun dalam periode yang sama dan dinilai berpotensi mengalami kerusakan serupa.

“Proposal sudah dibuat oleh pihak sekolah dan sudah dibuatkan pengantar dari cabang dinas, disampaikan ke Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk diteruskan kepada gubernur agar bantuan tanggap darurat bisa segera diturunkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Cucu menjelaskan bahwa sejak terjadinya musibah bangunan sekolah sebelumnya di SMK Negeri 1 Cileungsi dan SMK Negeri 1 Gunung Putri, pihak KCD Wilayah I telah menginstruksikan sejumlah sekolah agar tidak lagi menggunakan ruang kelas yang berdasarkan hasil kajian PUPR masuk kategori rusak berat.

“Yang sudah mendapat kajian PUPR ada 37 sekolah, tapi yang rusak beratnya mungkin kami harus melihat lagi. Namun yang jelas, sekolah manapun yang dinilai rusak berat oleh PUPR kami perintahkan untuk tidak diisi,” kata Cucu.

Akibat keterbatasan ruang belajar, lanjut dia, beberapa sekolah terpaksa memanfaatkan fasilitas lain seperti laboratorium dan perpustakaan sebagai ruang belajar sementara, meskipun kondisi tersebut dinilai tidak ideal untuk kegiatan pembelajaran.

“Kalau audit, itu bukan kewenangan kami, tapi setiap kejadian pasti kami lakukan evaluasi bersama Dinas Pendidikan Jawa Barat dan hasilnya kami sampaikan ke seluruh sekolah,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa hasil kajian PUPR menjadi syarat utama dalam pengajuan rehabilitasi maupun revitalisasi sekolah, baik melalui pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Hasil analisis PUPR menyatakan itu kerusakan ringan, tapi ketika hujan turun terus-menerus, kejadiannya seperti ini. Saya tidak bisa menyebutkan bahwa ini dari struktur atau dari postur bangunan,” pungkasnya.

Akibat kejadian tersebut, aktivitas pembelajaran di SMAN 2 Gunung Putri untuk sementara waktu diliburkan hingga proses pembersihan dan penanganan lanjutan dinyatakan aman.(cr1)

Editor : Alpin.
#SMAN 2 Gunung Putri #atap sekolah ambruk #KCD #kabupaten bogor