Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Eks TPA Pondok Rajeg Cibinong Bogor Longsor, Aliran Sungai Ciliwung Berubah dan Mendekati Permukiman Warga

Muhammad Ali • Sabtu, 24 Januari 2026 | 22:36 WIB
Pantauan Udara di lokasi longsor eks TPA Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor, Sabtu 24 Januari 2026.
Pantauan Udara di lokasi longsor eks TPA Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor, Sabtu 24 Januari 2026.

RADAR BOGOR – Eks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pondok Rajeg yang kini difungsikan sebagai hutan kota di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor mengalami longsor pada Sabtu 24 Januari 2026. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung dan menyebabkan perubahan alur sungai.

Akibat longsoran itu, jalur aliran lama Sungai Ciliwung tertutup material tanah bercampur sampah. Kondisi tersebut membentuk aliran baru yang semakin mendekati permukiman warga Kecamatan Bojonggede, mengingat sungai tersebut pembatas wilyah Cibinong dan Bojonggede. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi dampak lanjutan, terutama saat curah hujan tinggi.

Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Roby Ruhyadi, menjelaskan lokasi tersebut merupakan area yang telah ditetapkan sebagai Hutan Kota Pondok Rajeg.

Ia menyebutkan, kawasan tersebut mulai dipersiapkan sebagai TPA sejak tahun 1995 setelah dilakukan pembebasan lahan, sesuai dengan konsep pengelolaan sampah jangka panjang pada masa itu.

“Sekitar tahun 2008 tempat ini sudah tidak dipergunakan lagi, artinya sudah ditutup, nah, selang waktu 2008 sampai sekarang tidak pernah ada kejadian besar seperti ini,” ujarnya kepada Radar Bogor, Sabtu, 24 Januari 2026.

Menurutnya, pada tahun 2018 kawasan eks TPA tersebut kemudian ditetapkan sebagai hutan kota sebagai bagian dari upaya rehabilitasi dan reklamasi lahan, salah satunya melalui penanaman pohon.

Roby mengungkapkan, longsor yang terjadi kali ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Meski sebelumnya area tersebut dinilai relatif stabil, kondisi cuaca ekstrem diduga menjadi faktor utama terjadinya pergerakan tanah.

“Sesuai dengan rilis BMKG tanggal 22 sampai 26 Januari ini harus waspada, karena ada potensi terjadi cuaca ekstream, jadi yang tadinya mungkin beban tanah dan sampah ini, dengan curah hujan yang tinggi, jadi berat,” katanya.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil estimasi sementara, longsoran terjadi sepanjang sekitar 100 meter di bibir sungai dengan lebar kurang lebih 20 meter.

“Awalnya tebingan, tapi tidak securam itu, makanya saya relatif kaget, area yang terdampak itu sebelah sini. Kita lihat ke arah sebelah sana, lerengan di sana itu lebih curam, sedangkan di sini tidak curam,” ungkapnya.

DLH Kabupaten Bogor sebelumnya telah menerapkan prosedur standar penanganan di lahan eks TPA, seperti pemasangan pipa untuk mengurangi volume aliran air serta pengendalian gas metana sebagai bagian dari pemulihan lahan.

Untuk penanganan ke depan, Roby berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat, khususnya Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), guna membangun struktur penahan seperti sheet pile agar dapat menjadi tanggul permanen dan mencegah longsoran susulan.

“Jangka pendeknya mungkin kita harus pasang terpal sehingga aliran air tidak membebani tumbukan tumpukan sampah yang tersisa,” tutupnya.(Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #longsor #sungai ciliwung #cibinong #Pondok Rajeg