RADAR BOGOR - Bupati Bogor Rudy Susmanto menerima audiensi panitia Kolaborun 2026 bersama National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) dan Special Olympics Indonesia (SOIna) untuk membahas persiapan penyelenggaraan Kolaborun 2026.
Audiensi Bupati Bogor bersama Panitia Kolaborun 2026 tersebut berlangsung di Aula Soekarno-Hatta, Pendopo Bupati Kabupaten Bogor pada Kamis, 22 Januari 2026.
Kolaborun 2026 merupakan ajang fun run inklusif yang direncanakan digelar dalam rangka memperingati Hari Kanker Anak Internasional.
Kegiatan ini mengusung tema "Kolaborasikan Langkah untuk Ruang Inklusif" yang menekankan pada nilai-nilai kebersamaan dan inklusivitas dengan melibatkan penyandang disabilitas, penyintas kanker, serta masyarakat umum.
Audiensi ini dihadiri Bupati Kabupaten Bogor Rudy Susmanto, Sekda Ajat Rochmat Jatnika, Ketua NPCI Kabupaten Bogor M. Misbah.
Kemudian Ketua SOIna Kabupaten Bogor Ahmad Azwari, Ketua Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bogor Asnan, perwakilan atlet SOIna Ai Aprilia, serta mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia.
Kolaborun 2026 digagas oleh Kolaboraksi, sebuah komunitas sosial anak muda yang berdiri pada Oktober 2024.
Kolaboraksi berfokus pada perencanaan dan pelaksanaan kegiatan sosial bersama kelompok masyarakat termarginalkan, sekaligus menjadi wadah bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengembangkan kepedulian sosial.
Ketua Pelaksana Kolaborun 2026, Tristina Khansa Dhia, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang yang aman dan inklusif bagi seluruh peserta.
“Kami ingin menghadirkan ruang inklusif, khususnya bagi penyandang disabilitas dan penyintas kanker. Kolaborun kami kemas sebagai fun run, bukan sekadar kegiatan lari, tetapi juga simbol kebersamaan dan harapan,” ujar Khansa.
Ia berharap Kolaborun 2026 dapat meningkatkan kesadaran dan empati masyarakat terhadap isu inklusivitas dan kepedulian sosial, khususnya di Kabupaten Bogor.
Kolaborun 2026 menargetkan komposisi peserta dengan rasio 50:50 antara peserta inklusif dan peserta umum.
Peserta inklusif meliputi penyandang disabilitas fisik, sensorik (tuli dan netra), intelektual, mental, serta penyintas kanker.
Sementara peserta umum berasal dari pelari individu dan komunitas lari di wilayah Kabupaten Bogor.
Menyesuaikan kemampuan peserta, kegiatan fun run ini akan dibagi ke dalam dua kategori jarak, yakni 1 kilometer untuk peserta inklusif dan 5 kilometer untuk peserta umum.
Panitia merancang komposisi peserta yang berimbang antara peserta inklusif dan peserta umum sebagai upaya menjaga prinsip kesetaraan dalam kegiatan.
Dalam audiensi tersebut, Bupati Kabupaten Bogor Rudy Susmanto menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap inisiatif Kolaborun 2026.
Ia mengaku bangga dapat bertemu dengan mahasiswa asal Kabupaten Bogor yang tengah menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi.
“Setelah kembali ke rumah sendiri (Bogor), mari kita bangun Kabupaten Bogor bersama-sama,” ujarnya.
Bupati juga menilai Kolaborun 2026 sebagai momentum kolaborasi lintas elemen. Awalnya, kegiatan ini direncanakan berlangsung di Stadion Pakansari pada 14 Februari 2026.
Namun, Bupati menawarkan alternatif lokasi di Lapangan Tegar Beriman pada hari Minggu, 15 Februari 2026 bertepatan dengan pelaksanaan Hari Anak Internasional dan car free day.
Menurutnya, lokasi tersebut strategis karena menjadi pusat aktivitas masyarakat dan dapat menjadi penutup car free day terakhir menjelang bulan puasa.
Meskipun demikian, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor memberikan keleluasaan penuh kepada panitia dalam menentukan lokasi kegiatan.
“Dilaksanakan di Stadion Pakansari maupun Lapangan Tegar Beriman, keduanya kami izinkan,” katanya.
Terkait dengan pembiayaan, Bupati mengarahkan panitia untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan Sekretaris Derah.
Pemkab Bogor menyatakan kesiapan untuk mendukung penuh penyelenggaraan Kolaborun 2026, mengingat kegiatan ini dinilai sebagai momentum kolaborasi pertama yang digagas oleh mahasiswa dengan melibatkan berbagai unsur.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak organisasi olahraga, seperti KONI dan KORMI untuk ikut berperan aktif dalam menyukseskan Kolaborun 2026.
Menurutnya, keterlibatan lintas organisasi olahraga penting untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi olahraga di Kabupaten Bogor.
Melalui audiensi ini, Kolaborun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan olahraga semata, tetapi juga ruang kolaborasi yang menghadirkan nilai kebersamaan dan inklusivitas.
Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan komunitas olahraga, acara ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat serta memperkuat semangat kebersamaan di Kabupaten Bogor. (Sarah/Unpad)
Editor : Yosep Awaludin