RADAR BOGOR - Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan (PJL) Kementerian Kehutanan bersama Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) bakal membekali pendaki gelang RFID atau gelang radio frequency identification.
Gelang ini nantinya dapat memantau pergerakan pendaki di setiap check point pendakian Gunung Gede Pangrango.
Berdasarkan informasi resmi Direktorat PJL Kementerian Kehutanan, inovasi tersebut menjadi bagian dari langkah serius perbaikan pengamanan dan keselamatan pengunjung selama masa penutupan jalur pendakian TNGGP.
"Nantinya setiap pendaki akan dipasangi gelang berchips RFID saat registrasi," ungkap Humas TNGGP Agus Denie kepada Radar Bogor, Minggu, 25 Januari 2026.
Meski demikian, kata dia, jalur pendakian TNGGP masih ditutup hingga waktu yang belum ditentukan sehingga penggunaan gelang RFID belum diterapkan.
"Sejak tanggal 13 Oktober 2025 sampai dengan saat ini pendakian ditutup, belum ada informasi lebih lanjut terkait pembukaan kembali pendakian," jelasnya.
Sementara penggunaan gelang RFID ini didasari kejadian pendaki tersesat atau hilang yang menjadi pengingat pentingnya sistem keselamatan pendakian.
Dampak dari penggunaan gelang RFID akan memudahkan proses SAR lebih sigap, deteksi lebih akurat, dan waktu penanganan yang lebih efisien.
Rencananya, tahap awal sistem RFID diterapkan di Jalur Gunung Putri (Cipanas) dan Jalur Cibodas (Cianjur), dengan check point di Surya Kencana.
Selain itu, Balai TNGGP juga menyiapkan fitur tambahan yakni panic button atau SOS dan dalam keadaan darurat pendaki bisa menekan tombol tersebut untuk meminta bantuan petugas di bawah.(cok)
Editor : Eka Rahmawati