RADAR BOGOR - Sebanyak 7 ribu anggota Sampoerna Retail Community (SRC) menghadiri Pesta Retail 2026 di Lido Music & Arts Center (LMAC) KEK MNC Lido City, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.
Mereka merupakan pemilik toko klontong terpilih yang mewakili lebih dari 250 ribu anggota SRC di seluruh Indonesia.
Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk., Ivan Cahyadi mengatakan, Pesta Retail 2026 digelar untuk merayakan kontribusi nyata SRC dalam menggerakan roda kemandirian ekonomi rakyat. Selain di Bogor, Pesta Retail tahun ini juga diadakan di Yogyakarta.
"Selama 18 tahun, SRC menunjukan bahwa dampak yang berkelanjutan, lahir dari inisiatif dan konsisten dan relevan dengan kebutuhan zaman," ungkapnya dalam acara tersebut, Senin 26 Januari 2026.
Berawal dari pendampingan sederhana bagi toko kelontong, SRC telah berkembang menjadi gerakan retail tradisional terbesar di Indonesia.
Saat ini, lebih dari 250 ribu toko kelontong tergabung dalam SRC, didukung oleh 6300 mitra SRC dan terhubung melalui 10 ribu paguyuban SRC di seluruh Indonesia.
Setelah bergabung dengan SRC, menurut Ivan, rata-rata omzet toko meningkat 42 persen dengan hampir 90 persen di antaranya telah terdigitalisasi.
"Selain itu, 77 persen toko SRC memperluas lini usaha, mulai dari produk digital, hingga layanan pembayaran, sehingga tercipta sumber pendapatan baru, sekaligus memperkuat loyalitas pelanggan," jelasnya.
Di balik pencapaian itu, masih Ivan, lebih dari 54 persen di antaranya merupakan perempuan, pemilik toko klontong sekaligus tulang punggung keluarga.
Sampoerna juga mengklaim bahwa ekosistem SRC telah sampai ke tingkat komunitas di pelosok. Melalui pojok lokal, toko SRC telah membantu pendistribusian produk UMKM setempat dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,65 triliun per tahun.
"Pada saat yang sama, 50 persen toko SRC turut menyerap tenaga kerja, sehingga keberadaannya di lapangan berkontribusi secara langsung pada penciptaan tenaga kerja dan penguatan ekonomi daerah," tandas Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk.(cok)
Editor : Alpin.