Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Diduga Dipukul Oknum Aparat Akibat Dituding Jual Ee Gabus Berbahan Spons, Warga Bojonggede Bogor Ini Tak Kuat Melihat Ayahnya Pulang dengan Lesu

Abilly Muhamad • Selasa, 27 Januari 2026 | 16:49 WIB

Zaitun putri ketiga Suderajat, warga Bojong Gede, Kabupaten Bogor, yang dituding aparat jual Es Gabus berbahan spons saat ditemui Radar Bogor, Selasa 27 Januari 2026.
Zaitun putri ketiga Suderajat, warga Bojong Gede, Kabupaten Bogor, yang dituding aparat jual Es Gabus berbahan spons saat ditemui Radar Bogor, Selasa 27 Januari 2026.


RADAR BOGOR - Zaitun (18), putri ketiga pedagang Es Gabus bernama Suderajat tak kuat melihat sang ayah pulang dengan lesu diduga dipukul oknum aparat karena dituding menjual Es Gabus berbahan spons.

‎Diketahui, Suderajat (49) merupakan warga Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, yang memiliki 5 anak.

‎Peristiwa yang menimpa ayah lima anak itu bermula pada Sabtu, 24 Januari 2026. Saat itu, Suderajat mengais rezeki menjual Es Gabus di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat.

Baca Juga: 7.000 Pemilik Toko Klontong SRC Hadiri Pesta Retail 2026 di KEK MNC Lido City, Rayakan 18 Tahun Gerakan Ekonomi Rakyat

‎Saat itu, Suderajat tiba-tiba dihampiri sekelompok orang dengan maksud untuk membeli dagangannya.

‎Ketika dihampiri lalu dituding dagangannya itu berbahan spons, Suderajat sempat mengklarifikasi bahwa dagangan itu buatan rumahan.

Namun, oknum aparat malah merusak dan menuding bahwa dagangannya menggunakan bahan spons.

‎Setelah kejadian, Suderajat sempat dibawa kepolisian beserta dagangannya. Kemudian diperbolehkan pulang pada Minggu, 25 Januari 2026, pukul 04.00 Wib.

‎Anak korban, Zaitun (18) menyebut bahwa, saat ayah tiba di rumah langsung menyampaikan dirinya habis dipukul oknum aparat.

Baca Juga: Tutup Tambang hingga Larang Study Tour, Dedi Mulyadi: Kita Ini Pengen Cepat Kiamat? Gubernur Jawa Barat Klaim Kunjungan Pariwisata Malah Naik

‎"Pas dia (ayah) pulang kan dia pulang jam 4 pagi terus dia bilang habis dipukuli sama polisi," ujar Zaitun kepada Radar Bogor, Selasa 27 Januari 2026.

‎Kata Zaitun, saat itu keadaan rumah dalam kondisi gelap, sehingga luka yang dialami ayahnya tidak terlihat. Namun, ayah merasa lesu lemas langsung tertidur.

‎"Kan gelap jadi ketara banget lukanya. Kondisinya lemas langsung tidur," tutur dia.

‎Zaitun mengaku sebelumnya sempat tidak percaya musibah yang menimpa orang tuanya itu, namun ketika viral dia mengetahui dan langsung merasa shock.

‎"Awalnya gak percaya, tiba-tiba viral gitu. Shock, kaya kesal banget bisa digituin banget," ujarnya.

Baca Juga: Jadi Wilayah Berkembang, Apdesi Minta Penambahan Personel Polsek Parung Panjang

‎Zaitun mengakui bahwa ayahnya sempat di tanah akibat dituding menjual Es gabus berbahan spons.

Padahal, dengan tegas ia menyebut dagangan ayahnya itu murni Es yang didapatkan dari pemilik usaha.

‎"Dia dapet dari bosnya jadi tinggal bawa. Kesal banget padahal gak dari spons emang kaya gitu, kalau sudah kering airnya sudah adem gak dingin lagi," imbuh dia.

‎"Iya sempat, kan biasanya pulang jam 4 sore, ini malam jam 4 pagi pulang," jelas dia.

‎Meski merasa kesal dengan prilaku oknum aparat, hati Zaitun tetap memaafkan prilaku yang dilakukan kepada ayahnya itu.

‎"Dimaafin saja si menurut aku, gak gimana-gimana gitu entar diganti lebih baik lagi hikmahnya," tutupnya.

‎Sebagai informasi, setelah kejadian berdasarkan uji laboratorium dari tim keamanan pangan Dokpol Polda Metro Jaya mengungkap es kue, es gabus, agar-agar hingga meses milik Suderajat dinyatakan memenuhi standar kesehatan.

‎Kedua oknum polisi dan TNI juga secara resmi menyampaikan permohonan maaf dan mengklarifikasi bahwa dagangan tersebut aman untuk dikonsumsi.(abl)

Editor : Alpin.
#pedagang es #dipukuli #kabupaten bogor #bojong gede