RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meninjau langsung kawasan Masjid At-Ta’awun dan area parkir di Puncak, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor.
Dalam kunjungannya, KDM (sapaan Dedi Mulyadi) tampak kecewa setelah melihat kondisi halaman masjid dan lahan parkir yang dinilai kotor serta tidak terawat, meski disebut menghasilkan pemasukan harian yang cukup besar.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempertanyakan pengelolaan dana parkir yang disebut bisa mencapai ratusan ribu rupiah per shift.
"Sekitar Rp900 ribu satu kali shift," ucap salah satu pegawai yang berjaga pos parkir.
KDM juga menyoroti minimnya petugas kebersihan serta fasilitas tempat sampah di area wisata favorit tersebut.
Menurut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, kondisi tersebut tidak pantas terjadi di aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
KDM menilai, pengelolaan kawasan tidak mencerminkan standar pelayanan publik yang baik, terlebih Puncak dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan.
Dalam dialog dengan pengurus DKM Masjid At-Ta’awun dan pengelola setempat, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta penjelasan soal dana perawatan masjid.
KDM mendapat informasi, pemasukan utama berasal dari kotak amal, sementara parkir sebagian dikelola pihak ketiga.
Merespons kondisi bangunan yang tampak kusam dan atap yang rusak, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan kesiapannya untuk memberikan bantuan pribadi sebesar Rp50 juta guna perbaikan awal, khususnya untuk pengecatan dan pembenahan fasilitas dasar.
"Siap pak, siap pak," ucap salah satu pengurus DKM kepada Dedi Mulyadi.
KDM menegaskan, bantuan tersebut bukan sekadar soal nominal, melainkan menyangkut martabat daerah.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menambahkan, masjid milik pemerintah provinsi seharusnya dirawat dengan layak dan menjadi contoh bagi kawasan wisata lain.
Dalam kesempatan itu, KDM juga membahas rencana penataan ulang kawasan Puncak bersama pihak pengelola, termasuk PTPN.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan, seluruh pembangunan ke depan harus mengedepankan restorasi ekologis dan tidak membuka lahan baru.
Konsep revitalisasi yang disiapkan meliputi penataan kios pedagang, penggunaan material ramah lingkungan, pemasangan paving block atau grass block untuk area parkir, serta penambahan resapan air guna mencegah longsor.
KDM juga meminta, agar bangunan di kawasan tersebut disesuaikan dengan karakter alam Puncak. Ia menilai selama ini banyak struktur beton yang tidak menyatu dengan lingkungan pegunungan.
Selain itu, pemerintah provinsi disebut tengah menyiapkan desain standar untuk kawasan perbatasan Bogor–Cianjur, termasuk pembangunan lahan parkir terpadu dan pos pengawasan lalu lintas.
Saat kunjungan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menegaskan, pembenahan kawasan wisata harus dilakukan secara serius, transparan, dan berkelanjutan agar citra Jawa Barat sebagai destinasi unggulan tidak tercoreng oleh buruknya tata kelola. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti