RADAR BOGOR - Penataan kawasan hijau di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor terus jadi sorotan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Kali ini, perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tertuju pada kondisi pepohonan di sekitar bekas kawasan Hibisc yang dinilai belum tumbuh optimal pasca pembongkaran bangunan.
Saat berdialog dengan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat Dodit Ardian Pancapana, KDM (sapaan Dedi Mulyadi) menilai, metode perawatan tanaman yang dilakukan selama ini kurang tepat.
"Siap pak," ucap Dodit di halaman Masjid At-Ta’awun.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menjelaskan, tanah di sekitar pohon seharusnya digemburkan lebih dulu, kemudian diberi pupuk kandang sebelum ditambahkan nutrisi lain agar tanaman dapat tumbuh subur.
Menurut KDM, persoalan penghijauan di Puncak bukan hal sepele karena menyangkut citra pemerintah daerah.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan, pohon-pohon yang telah ditanam sejak penataan kawasan harus benar-benar hidup dan berkembang.
KDM pun memberi tenggat waktu kepada jajarannya agar memastikan tanaman tersebut tumbuh sesuai harapan.
"Saya kasih waktu 1 bulan," tegas Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meminta, agar perawatan dilakukan secara serius dan tidak hanya mengandalkan aparatur pemerintah provinsi.
Dalam arahannya, KDM mendorong pelibatan masyarakat setempat untuk merawat kawasan hijau seluas sekitar 17 hektare.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memerintahkan, perekrutan 10 tenaga lokal dengan sistem kontrak dan pemberian upah Rp2,5 juta tiap bulan agar pemeliharaan lingkungan berjalan optimal.
KDM juga menginstruksikan, agar koordinasi segera dilakukan dengan kepala desa setempat untuk merekrut pekerja lapangan yang mulai bertugas dalam waktu dekat.
Di sela-sela percakapan, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi sempat melontarkan candaan soal rotasi jabatan, namun tetap menegaskan bahwa target utama pemerintah provinsi adalah memastikan kawasan Puncak kembali hijau dan tertata.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menutup peninjauan dengan mengingatkan seluruh pejabat terkait agar tidak mengecewakan publik dan bekerja maksimal dalam menjaga kelestarian kawasan wisata unggulan Jawa Barat tersebut. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim