RADAR BOGOR – Kementerian Kesehatan resmi memasukkan etomidate ke dalam golongan narkotika. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI Nomor 15 Tahun 2025 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika, di mana etomidate masuk dalam daftar narkotika golongan II urutan nomor 90.
Dengan penggolongan ini, penggunaan dan peredarannya dapat dijerat pidana. Etomidate belakangan diketahui banyak ditemukan dalam cairan vape ilegal, sehingga menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.
Menyikapi hal tersebut, Penjual vape di Cibinong, Kabupaten Bogor, mengimbau masyarakat, khususnya pengguna rokok elektrik atau Vape, agar lebih berhati-hati dalam membeli liquid di tengah maraknya peredaran etomidate yang kini telah masuk dalam golongan narkotika.
Ergi Derian Putra (22), penjual vape yang telah berkecimpung di dunia rokok elektrik sejak 2018, mengatakan bahwa liquid vape resmi dan tidak resmi sebenarnya mudah dibedakan oleh konsumen.
“Perbedaannya sebenarnya gampang ya, kita bisa lihat dengan cukai, branding, harga, sama kekentalan liquidnya berpengaruh banget dilihat dari resmi dan tidak resminya,” ujarnya kepada Radar Bogor, Selasa 27 Januari 2026.
Menurutnya, salah satu langkah antisipasi paling penting adalah membeli liquid vape hanya di toko-toko vape resmi, hal ini untuk menghindari risiko membeli produk ilegal yang berpotensi mengandung zat berbahaya seperti etomidate.
“Kalo misalnya yang ada terselip selip narkoba gitu itu sebenernya oknum si,” jelasnya.
Ergi juga mengungkapkan bahwa toko vape miliknya mempunyai langkah pencegahan tersendiri agar tidak kecolongan produk ilegal, salah satunya dengan memilih distributor yang sudah terpercaya.
“Kalau yang ada cukainya biasanya di harga seratus ribu ke atas. Kalau tidak ada cukai, biasanya di bawah seratus ribu dan itu kurang rekomendasi,” katanya.
Trkait temuan liquid non-cukai atau liquid etomidate di Kabupaten Bogor, Ergi memastikan sejauh ini kondisi masih aman, selama hampir delapan tahun berkecimpung di dunia vape.
Ergi mengaku belum pernah menemukan peredaran liquid etomidate di lingkungan usahanya. “Alhamdulillah belum pernah nemu,” tutupnya.(cr1)
Editor : Alpin.