RADAR BOGOR – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty, mengingatkan masyarakat akan bahaya penggunaan etomidate yang disalahgunakan dalam cairan vape.
Menurut dr. Fusia, etomidate merupakan obat anestesi yang sejatinya digunakan dalam prosedur medis untuk induksi anestesi umum dan hanya boleh diberikan di bawah pengawasan tenaga kesehatan.
“Etomidate tidak dirancang untuk dihirup, dan inhalasi dapat menyebabkan kerusakan parah pada paru-paru, termasuk pneumonia, bronchiolitis, dan ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome),” ujarnya kepada Radar Bogor, Selasa 27 Januari 2026.
Selain itu, ia mengatakan etomidate juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan, efek depresi pernapasan yang ditimbulkan bisa berakibat fatal apabila tidak segera ditangani secara medis.
“Penggunaan etomidate dalam vape dapat menyebabkan ketergantungan, terutama karena efek anestesi yang kuat,” ungkapnya.
Tak hanya itu, dr. Fusia menyebut etomidate dapat memengaruhi fungsi jantung, zat ini berpotensi menyebabkan gangguan irama jantung yang berbahaya bagi pengguna.
“Penggunaan vape dengan etomidate dapat berakibat fatal karena risiko overdosis dan gangguan pernapasan yang parah,” paparnya.
Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menegaskan bahwa etomidate hanya boleh digunakan untuk kepentingan medis, dengan dosis yang tepat dan di bawah pengawasan dokter atau tenaga kesehatan profesional.
“Penggunaan vape dengan etomidate tidak memiliki manfaat medis yang diketahui dan dapat menyebabkan bahaya serius,” tutupnya.(cr1)
Editor : Alpin.