RADAR BOGOR - Jalan H Iyang akses menuju sekolah Wahdah Islamiyah Kampung Cikempong, Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, rusak dan tak kunjung dapat perhatian dari pemerintah.
Berdasarkan pantauan Radar Bogor di lokasi akses jalan menuju sekolah alami kerusakan. Tanpa adanya alasan aspal hanya terlihat bebatuan dan tanah merah hingga kubangan air.
Kepala SMP Wahdah Islamiyah, Muhammad Hamka mengatakan bahwa kerusakan pada jalan itu sudah cukup lama. Terlebih, jalan ini merupakan akses utama warga dan menuju ke sekolah.
Baca Juga: Capai 95 Persen, DPUPR Kabupaten Bogor Pastikan Jembatan Leuwiranji Rumpin Kembali Dibuka 1 Februari 2026
"Tapi kondisinya seperti ini ya sangat menyedihkan karna disini akses sekarang ini sudah betul-betul akses 24 jam," kata Hamka kepada Radar Bogor. Rabu 28 Januari 2026.
Hamka menyampaikan setiap harinya, jalan ini selalu dilintasi oleh orang tua murid dan warga serta masyarakat yang tengah mengais rezeki.
"Disini ada usaha telur, usaha ayam, kemudian anak-anak sekolah. Jadi orang tua dari pagi sampai sore kegiatan anak - anak belajar kesini banyak," tutur dia.
Bahkan, lanjut dia, jalan ini pun menjadi alternatif warga apabila jalan utama di Stadion Pakansari ditutup.
Baca Juga: Konsisten Dukung Program Tiga Juta Rumah, BRI Berhasil Salurkan KPR Subsidi Rp16,16 Triliun kepada 118 Ribu Debitur hingga 2025
"Karna jalan ini ketika Stadion ditutup warga sekitar sini yang mau melintas bahkan orang dari luar itu lewatnya sini. Jadi alternatif," ujarnya.
Sehingga, kata dia, jika kondisi jalan terus seperti ini, maka tak ada orang yang akan datang ke sekolah.
"Bahkan kalo menurut orang tua siswa kalo jalan begini terus ga ada yang mau sekolah kesini," cetus dia.
Tak hanya berdampak pada sekolah, kata dia, akibat kondisi jalan rusak, kendaraan pun sering mengalami kendala.
"Kalo jatuh saya kurang ingat, tapi kalo yang sampai mobil slip ada dia gabisa jalan," ungkapnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Resmi Lantik Dewan Energi Nasional 2026–2030, Bahlil Jadi Ketua Harian
Ditambah, jika kondisi malam jalan itu juga minim penerangan. Kata dia, hanya mengandalkan cahaya lampu dari warga.
"Kita pake lampu-lampu kita sendiri yang pasang dari warga ada juga, tapi ada yang gelap nih apalagi dibelakang gelap ga ada lampu, PJU nya minim," beber dia.
Oleh karena itu, Hamka berharap pemerintah bisa dapat memperbaiki akses jalan utama yang dilalui warga maupun anak-anak sekolah tersebut.
"Ya harapan saya tentu dari pihak pemerintah supaya bisa disegerakan perbaikan jalan ini ya bukan hanya hanya kebutuhan pesantren tetapi kebutuhan warga sekitar akses jalan ini karna hampir bertahun-tahun," pungkasnya. (abl)