Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Awasi Lembaga Filantropi, Institut Fundraising Indonesia Gelar IFA 2025 di Lorin Hotel Sentul Bogor

Septi Nulawam Harahap • Kamis, 29 Januari 2026 | 15:54 WIB
Indonesia Fundraising Award (IFA) 2025 berlangsung di Lorin Hotel Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Selasa 27 Januari 2026.
Indonesia Fundraising Award (IFA) 2025 berlangsung di Lorin Hotel Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Selasa 27 Januari 2026.

RADAR BOGOR - Lembaga-lembaga fundraising atau penggalangan dana tumbuh subur di Indonesia.

Untuk mengawasi jalannya penghimpunan donasi, Institut Fundraising Indonesia (IFI) berkomitmen dalam melakukan pendampingan terhadap lembaga filantropi.

Salah satunya melalui Indonesia Fundraising Award (IFA) 2025. Diselenggarakan di Lorin Hotel Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Selasa 27 Januari 2026 lalu.

IFA 2025 menghadirkan 45 kategori awarding dan 7 anugerah penghargaan.

Penghargaan mencakup klaster zakat, infaq dan sedekah, wakaf, program sosial, kemanusiaan, korporasi, platform digital, inovasi, metode fundraising, hingga kategori khusus Flourishing Future, sebagai refleksi keberlanjutan gerakan filantropi Indonesia.

Pembina IFI, Arifin Purwakananta menuturkan, penghargaan ini diberikan kepada lembaga fundraising yang telah berjuang menggalang dana untuk berbagai kegiatan kemanusiaan.

"Harapannya, ini menjadi semangat bagi fundraising sebagai profesi agar menjadi tumbuh berkembang dan menjadi profesi yang sejajar dengan profesi lainnya," ungkapnya.

Menurut Arifin, lembaga filantropi di Indonesia tumbuh subur karena beberapa faktor. Utamanya, dukungan pemerintah terhadap keberlangsungan kegiatan donasi cukup baik.

"Ini yang saya kira sebuah keadaan yang perlu kita syukuri, karena memang negara di Asia Tenggara, tidak semua kegiatan donasi mendapat dukungan yang cukup dari pemerintahnya," ungkap Mantan Direktur Utama Baznas RI itu.

Kemudian faktor kedermawanan. Arifin menyebut, karakteristik orang-orang Indonesia dikenal dermawan dengan mudah memberikan donasi.

Sehingga faktor-faktor itu lah yang menjadikan keberhasilan fundraising di Indonesia.

Sementara IFA 2025 digelar sebagai ajang apresiasi nasional bagi lembaga dan insan fundraising yang menunjukkan kinerja unggul, tata kelola yang amanah, serta komitmen berkelanjutan dalam menghadirkan dampak sosial di Indonesia.

Dilaksanakan melalui proses seleksi dan penilaian yang kredibel, independen, dan objektif, dengan melibatkan dewan juri yang memiliki integritas serta kompetensi lintas bidang, yaitu Rini Supri Hartanti, Urip Budiarto, Surya Rahman, dan Sri Sugiyanti.

Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan kinerja fundraising, inovasi, transparansi dan akuntabilitas, tata kelola kelembagaan, serta relevansi dampak di tengah dinamika ekonomi dan regulasi yang semakin kompleks dan menantang.

Direktur IFI, Sri Sugiyanti mengatakan, antusiasme publik terhadap donasi cenderung masih tinggi meski mengalami pengurangan secara nominal.

"Dengan jumlah donatur yang terus bertumbuh, ini membuktikan bahwa publik masih antusias untuk berdonasi untuk sesama," terangnya.

Hingga saat ini, kata dia, donasi yang terkumpul baru 40 persen dari seluruh potensi donasi yang ada di Indonesia.

Dengan penghimpun tersebar yakni Baznas RI yang telah mencapai Rp 1,3 triliun.

Ke depan, Institut Fundraising Indonesia berkomitmen untuk terus mendampingi lembaga-lembaga filantropi Indonesia agar mampu bertumbuh dan bertransformasi, menjawab tantangan masa depan, serta membangun praktik fundraising yang berintegritas, adaptif, dan berkelanjutan.

"Penghargaan ini merupakan pengakuan atas kerja keras, dedikasi, serta komitmen menjaga kepercayaan publik dan memperluas dampak kebaikan bagi masyarakat," pungkasnya.(cok)

Editor : Alpin.
#bogor #IFA 2025 #Institut Fundraising Indonesia